Amien Widodo: El Nino Perpanjang Kemarau dan Picu Kebakaran Hutan

  • 26 Agt 2026 21:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya– Fenomena El Nino memperparah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan. Pakar Kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Amien Widodo, mengatakan El Nino memperburuk kondisi kekeringan.

Kondisi tersebut membuat suhu semakin panas dan musim kemarau berlangsung lebih panjang. Menurutnya, kondisi panas dan kering menyebabkan ketersediaan air semakin menyusut.

“Kekeringan plus El Nino menyebabkan panasnya menjadi lebih kering dan kemaraunya lebih panjang,” ujar Amien, Rabu, 26 Agustus 2026. Amien menjelaskan, kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Kalimantan.

Kawasan yang memiliki lahan gambut menjadi sangat rentan ketika kandungan air di dalam tanah menurun. “Di daerah Kalimantan yang banyak gambut, airnya tinggi, sekarang sudah surut sehingga kering terkena matahari,” katanya.

Menurut Amien, lahan gambut yang mengering sangat mudah terbakar apabila terdapat sumber api. Pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memicu api menyebar ke wilayah yang lebih luas.

Ia menjelaskan, kebakaran di permukaan lahan gambut berpotensi merambat hingga lapisan bawah. Kondisi tersebut membuat api sulit dikendalikan dan berisiko meluas.

“Kalau ada yang mencoba membuka lahan dengan cara membakar, bisa menular dan bisa ke mana-mana,” ujarnya. Sementara itu, warga Surabaya, Ifan, meminta aparat menindak tegas pelaku pembakaran hutan apabila dilakukan secara sengaja.

Menurutnya, pembakaran hutan dapat menimbulkan dampak lingkungan yang sangat berbahaya. “Kalau disengaja harus ditangkap, karena sangat berbahaya,” kata Ifan.

Ifan menilai keberadaan hutan penting untuk membantu mencegah banjir ketika hujan lebat. Ia juga mengingatkan pemulihan hutan membutuhkan waktu panjang setelah mengalami kerusakan akibat kebakaran.

“Kalau ditanam ulang, membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi hutan lagi,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....