BBPOM Surabaya: Kosmetik Ilegal Masih Dominasi Kasus di Jatim
- 06 Agt 2026 16:52 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- BBPOM di Surabaya mencatat kosmetik ilegal mendominasi 56 persen kasus kejahatan obat dan makanan di Jawa Timur Semester I 2026.
- BPOM menutup 2.332 akun penjual produk ilegal di platform digital sebagai bagian dari pengawasan siber.
- Enam perkara besar ditangani dengan nilai barang bukti Rp1,03 miliar, didominasi kasus di Sidoarjo dan Lumajang.
RRI.CO.ID, Surabaya – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya mencatat kosmetik ilegal masih mendominasi kejahatan obat dan makanan di Jawa Timur sepanjang Semester I 2026. Selain itu, pengawasan di ruang siber juga terus diperkuat dengan menutup ribuan akun penjual produk ilegal.
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Surabaya, Yuli Ekowati, mengatakan berdasarkan peta kerawanan kasus, kosmetik menyumbang 56 persen dari total pelanggaran yang ditangani. Selanjutnya disusul obat sebesar 20 persen, suplemen kesehatan 15 persen, dan pangan 9 persen.
"Dalam pengawasan di ranah digital, BPOM telah melakukan takedown terhadap 2.332 akun yang memperdagangkan produk obat dan makanan ilegal melalui platform daring."" ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Yuli menjelaskan, selama Semester I 2026 pihaknya menangani enam perkara besar dengan total nilai barang bukti mencapai Rp1.034.137.600. Kasus tersebut meliputi peredaran obat bahan alam ilegal dan obat ilegal di Sidoarjo senilai Rp75.870.000. Selain itu, ditemukan pula peredaran obat bahan alam ilegal di Sidoarjo dengan nilai barang bukti Rp429.550.000, yang menjadi temuan terbesar.
Penindakan juga dilakukan terhadap peredaran obat bahan alam ilegal di Kediri senilai Rp46.905.000, Trenggalek Rp48.200.000, dan Lumajang Rp27.117.600. Sementara itu, kasus kosmetik ilegal di Lumajang mencatat nilai barang bukti sebesar Rp406.495.000. Nilai tersebut menjadi yang terbesar kedua dari seluruh perkara yang ditangani BBPOM Surabaya.
"Dari hasil penindakan tersebut terlihat bahwa Sidoarjo dan Lumajang menjadi wilayah dengan nilai temuan kasus terbesar. Kosmetik serta obat bahan alam ilegal masih mendominasi kejahatan obat dan makanan, baik dari jumlah kasus maupun nilai ekonomi barang bukti," kata Yuli Ekowati.
Ia menegaskan, BBPOM Surabaya akan terus memperkuat pengawasan melalui inspeksi lapangan maupun patroli siber. Langkah itu dilakukan untuk mencegah peredaran produk ilegal dan melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat, kosmetik, maupun pangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....