Pembelajaran Akhlak Dimulai sejak Dini
- 05 Agt 2026 11:28 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pembelajaran akhlak pada anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sukolilo Kementerian Agama Kota Surabaya, Ustadzah Ulifah, dalam program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Dalam dialog tersebut, Ustazah Ulifah menegaskan bahwa anak merupakan harapan keluarga sekaligus calon pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan melalui pendidikan akhlak sejak usia dini. Menurutnya, orang tua memegang tanggung jawab utama dalam membimbing anak, tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menanamkan iman dan akhlak mulia.
"Allah SWT berfirman, 'Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.' Ayat ini mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab mendidik keluarga agar memiliki iman dan akhlak yang mulia," ujar Ustazah Ulifah.
Ia menjelaskan bahwa akhlak merupakan perilaku baik yang telah melekat dalam diri seseorang sehingga dilakukan tanpa paksaan. Keberhasilan pendidikan, lanjutnya, tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak yang dimiliki seorang anak.
Ustazah Ulifah mengingatkan bahwa usia dini merupakan masa emas (golden age), ketika perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat dan mereka mudah meniru perilaku di sekitarnya. Karena itu, kebiasaan baik seperti berkata jujur, menghormati orang tua, mencintai Al-Qur'an, serta rajin berdoa perlu dibiasakan sejak kecil.
"Apabila sejak kecil anak dibiasakan mengucapkan perkataan jujur, menghormati orang tua, mencintai Al-Qur'an, dan rajin berdoa, maka kebiasaan itu akan melekat hingga dewasa," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan lima nilai akhlak yang perlu ditanamkan sejak dini, yakni akhlak kepada Allah SWT, kepada orang tua, kepada guru, kepada teman, serta kepada lingkungan. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengucapkan basmalah, bersyukur, menghormati guru, berbagi dengan teman, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pendidikan akhlak akan lebih efektif apabila dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, cerita para nabi, permainan edukatif, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku baik anak. Ia menekankan bahwa anak lebih mudah meniru apa yang dilihat daripada sekadar mendengar nasihat.
"Rasulullah SAW mendidik umatnya lebih banyak melalui teladan daripada perkataan. Anak akan lebih mudah mengikuti apa yang kita lakukan daripada yang kita ucapkan," ujarnya.
Ustadzah Ulifah juga menyoroti tantangan pendidikan akhlak di era digital, seperti penggunaan gawai yang berlebihan, pengaruh media sosial, serta berkurangnya waktu kebersamaan antara orang tua dan anak. Ia mengajak keluarga, sekolah, masyarakat, dan lembaga keagamaan untuk bekerja sama membangun lingkungan yang mendukung pembentukan karakter anak.
Menutup dialog, Ustazah Ulifah menegaskan bahwa pendidikan akhlak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. "Pembelajaran akhlak pada anak usia dini adalah investasi yang sangat berharga. Dengan pembiasaan, keteladanan, kasih sayang, dan doa, insya Allah akan lahir generasi yang saleh, cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....