JAFF Market Buka Pendaftaran Program Film dan Kekayaan Intelektual
- 04 Agt 2026 15:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – JAFF Market 2026 membuka pendaftaran JAFF Future Project (JFP) dan JAFF IP Connection (JIPCon) mulai 31 Juli hingga 1 September 2026. Kedua program itu mempertemukan proyek film dan kekayaan intelektual dengan produser, investor, distributor, pembeli, serta mitra industri dari Indonesia dan mancanegara.
Penyelenggaraan JFP tahun ini memasuki edisi ketiga. Program tersebut menambah kuota menjadi 12 proyek film panjang dari kawasan Asia Pasifik. Jumlah itu meningkat dibandingkan 10 proyek pada penyelenggaraan sebelumnya. Penambahan kuota diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi sineas Indonesia dan Asia Pasifik.
Pendaftaran terbuka untuk proyek film fiksi, dokumenter, dan animasi. Program juga menerima karya yang masih dalam tahap pengembangan maupun work-in-progress.
Proyek yang memiliki unsur Indonesia akan memperoleh prioritas. Informasi persyaratan dan ketentuan tersedia melalui laman resmi JAFF Market. Market Director JAFF Market, Linda Gozali, mengatakan JFP terus dikembangkan sebagai ruang kolaborasi bagi sineas. Menurutnya, penambahan kuota menjadi langkah memperluas peluang proyek bertemu mitra strategis.
"Pada pelaksanaan tahun ini, penambahan 12 proyek diharapkan memberi ruang lebih banyak cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk bertemu dengan mitra yang tepat. Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut, dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi," ujar Linda Gozali.
Selain membuka pendaftaran JFP, JAFF Market juga memperkenalkan JAFF IP Connection atau JIPCon. Program itu merupakan transformasi dari JAFF Content Market yang sebelumnya dikenal sebagai ruang pemasaran konten.
Perubahan nama tersebut menegaskan fokus baru dalam mempertemukan pemilik kekayaan intelektual dengan industri film. Langkah itu diharapkan membuka lebih banyak peluang adaptasi lintas media dan format. JIPCon menerima berbagai bentuk kekayaan intelektual. Di antaranya buku, komik, novel, lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah berpotensi diadaptasi menjadi film.
Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni, menjelaskan kata "connection" dipilih untuk menegaskan fungsi program. Menurutnya, JIPCon menjadi titik temu antara pemilik hak cipta dan kebutuhan industri audiovisual.
"Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin membuat pintu masuknya lebih jelas dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, membiayai, dan membawa cerita tersebut kepada penonton atau penikmat karya. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata," kata Sekarini Seruni.
JAFF Market juga menyoroti keberhasilan sejumlah alumni program. Beberapa proyek berhasil melanjutkan pengembangan hingga forum internasional dan meraih penghargaan bergengsi.
Film Pangku karya Reza Rahadian menjadi salah satu contoh keberhasilan alumni JFP. Film itu melanjutkan perjalanan ke HAF Goes to Cannes 2025 dan meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival 2025.
Proyek A Life Full of Holes juga terpilih mengikuti HAF 2026. Sementara My Mother dan Our Son mengikuti Asian Pitching Bangkok International Content Market 2026. Beberapa kekayaan intelektual turut berkembang menjadi proyek film panjang. Di antaranya Bandits of Batavia, Locust, dan Tikam Samurai yang telah memasuki tahap pengembangan.
Peserta terpilih JFP dan JIPCon akan memperoleh kesempatan bertemu pelaku industri secara terjadwal. Mereka juga berpeluang memperkenalkan proyek kepada calon mitra potensial pada JAFF Market 2026.
JAFF Market 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 November di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Penyelenggara berharap program tersebut memperkuat kolaborasi serta memperluas jaringan industri perfilman Indonesia dan Asia Pasifik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....