Pemkot Surabaya Pastikan Proses Pendaftaran Perlinsos Hampir Seratus Persen
- 29 Jul 2026 06:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya memastikan proses pendaftaran warga Surabaya untuk mengikuti program Perlindungan Sosial (Perlinsos) hampir mencapai seratus persen. Perlinsos merupakan program strategis Pemerintah Indonesia untuk menyalurkan bantuan sosial secara digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto saat hadir dalam pelaksanaan uji coba pendataan Perlinsos berbasis digital Selasa 28 Juli 2026 mengatakan Pemkot Surabaya pendaftaran Perlinsos di Surabaya telah mencapai 99,74 persen, dan hanya menyisakan sekitar 2.610 KK.
“Saat ini proses verifikasi sudah langsung keluar hasilnya. Kita masih menyisakan sekitar 2.610 KK yang belum terdata, terbanyak di Kelurahan Dukuh Setro. InsyaAllah dalam 1 sampai 2 hari ke depan target kami untuk mencapai 100 persen akan tuntas,” kata Eddy.
Dari total 1.003.068 KK di Surabaya, sebanyak 1.000.458 KK telah terjangkau melalui aplikasi Sayang Warga. Untuk pendafataran Perlinsos, Pemkot Surabaya menyiapkan 13.049 agen untuk memfasilitasi pendaftaran warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Disamping itu, Eddy mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kendala di lapangan, yakni dengan adanya keterlamatan pada sistem (loading) pada masa awal uji coba, namun saat ini perbaikan infrastruktur membuat proses verifikasi berjalan jauh lebih cepat dan mempermudah pengerjaan target seratus persen pendataan.
“Sampai dengan saat ini karena ini masih percobaan, pada awal-awal pendataan kemarin masih ada kendala pada loading yang cukup menghambat, tapi kita terus benahi sampai dengan detik ini sehingga proses yang kami lakukan saat ini bisa lebih cepat dari kemarin untuk mencapai seratus persen itu tadi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu masyarakat penerima Perlinsos Muhammad Alfianto mengapresiasi langkah pemerintah terkait inisiatif penyaluran bantuan sosial Perlinsos mengingat kondisi ekonominya yang hingga saat ini masih belum berada di titik aman.
“Tentunya saya sangat senang dan terbantu setelah adanya program Perlinsos ini, karena sekarang ini bahan baku mulai naik semua, dan juga penghasilan saya yang jauh dari UMR. Dan saya juga mengapresiasi warga yang menolak program ini karena menilai dirinya sudah mampu sehingga tidak membutuhkan program ini,” ucap Alfianto.
Untuk diketahui, uji coba Perlinsos di Surabaya dimulai sejak 4 Juni 2026 dan menjadi pilot project nasional. Pada tahap awal, sistem memproses dua jenis program perlinsos, yang nantinya akan dikembangkan hingga mencakup tujuh jenis bantuan sosial secara menyeluruh di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....