Konsep Ikhlas dan Niat dalam Suluk Syaikhana Khalil
- 04 Agt 2026 09:00 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya - Konsep Ikhlas dan Niat dalam Suluk Syaikhana Khalil, sebagaimana disampaikan K. H. Abdul Munim Cholil, dari PP. Nurul Cholil Bangkalan, dan dosen Tasawuf di Institut Al Fithrah Surabaya dalam kajian Tasawuf di RRI Surabaya, dengan topik: "Konsep Ikhlas dan Niat dalam Suluk Syaikhana Khalil. Sebagaimana pembimbing spiritual yang telah menyempurnakan diri dengan tahapan-tahapan (maqamat) sufistik.
Syaikhana Khalil bisa dibilang sebagai wasil (telah sampai pada makrifat intuitif) sekaligus musi (bisa mengantar murid menuju makrifat). Sehingga setiap perilaku dari suluk murid-muridnya, baik lahir-batin, ada dalam pengawasannya.
| Baca juga: Kesadaran Diri Jadi Kunci Penyembuhan |
Ikhlas adalah ruh al amal (spirit amal perbuatan). Tanpa keikhlasan maka perbuatan hanya serupa gerakan tubuh tanpa penghayatan. Ikhlas menempati posisi terpenting dalam ajaran tasawuf. Ikhlas ujarnya, terletak pada "niat", yang sebenarnya bersifat rahasia, karena ada dalam hati manusia.
Tetap bagi seorang (pendidik) ruhani sekelas Syaikhana Khalil semuanya tersingkap jelas. Hal ini semata adalah anugerah Allah. Memang masih ada sekelompok aliran Islam tekstualis yang meragukan kemampuan semacam ini.
| Baca juga: YBM PLN Perkuat Peran Pesantren |
Kemampuan niat paparnya, meski belum sampai proses ketiga (qudrah) tapi jika amal perbuatan yang dimaksud berupa kebaikan akan tetap ditulis pahala. Sehingga seseorang yang berniat baik, sudah ditulis pahala sebelum dilakukan, bila direalisasikan / dikerjakan akan tertulis baginya pahala yang lain lagi.
Secara ringkas, setiap maksud duniawi yang melenakan hawa nafsu sedikit atau banyak bisa memperkeruh keikhlasan seseorang. Betapa banyak amal ukhrawi malah bernilai duniawi, karena niat pamrih (tidak ikhlas)?
Begitu juga sebaliknya betapa banyak amal duniawi tapi bernilai ukhrawi karena ada niat yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....