Bhinneka Tunggal Ika Perkuat Persatuan Bangsa
- 04 Agt 2026 08:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat di Indonesia. Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Moderasi Beragama yang disiarkan Pro 4 RRI Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026, dengan tema Bhinneka Tunggal Ika, Keragaman dalam Kesatuan, Kesatuan dalam Keragaman, menghadirkan narasumber Koordinator Pendirian Rumah Ibadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya, Imam Rohli Mubin.
Menurut Imam Rohli Mubin, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kemajemukan sangat tinggi sehingga membutuhkan pemahaman yang kuat mengenai pentingnya hidup berdampingan. Ia menegaskan, perbedaan agama, suku, bahasa, maupun budaya tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan bangsa.
“Kita ini heterogen, majemuk, beragam, tetapi tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan kita satu, yaitu hidup berdampingan sebagai bangsa Indonesia meskipun memiliki latar belakang yang berbeda-beda,” ujar Imam Rohli Mubin dalam dialog tersebut.
Ia menjelaskan, filosofi Bhinneka Tunggal Ika sejalan dengan semangat persatuan yang tercermin dalam lambang negara Garuda Pancasila. Beragam perbedaan yang dimiliki masyarakat Indonesia justru menjadi kekuatan apabila seluruh elemen bangsa memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keutuhan negara dan membangun kehidupan yang harmonis.
Imam Rohli Mubin juga menyoroti pentingnya membangun kerukunan mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan kehidupan bertetangga. Menurutnya, hubungan sosial yang baik menjadi modal utama dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Rasulullah mengingatkan bahwa iman seseorang tidak akan sempurna apabila tetangganya tidak merasa aman dari perbuatannya. Tetangga itu tidak dibatasi agama tertentu, tetapi siapa pun yang hidup berdampingan dengan kita harus diperlakukan dengan baik,” katanya.
Sebagai lembaga yang bertugas menjaga kerukunan umat beragama, FKUB Kota Surabaya terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program bersama pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, dan Kementerian Agama. Edukasi tersebut diarahkan agar masyarakat memahami pentingnya menghormati perbedaan sekaligus menaati aturan dalam kehidupan beragama.
Menurut Imam Rohli Mubin, secara konstitusional seluruh warga negara telah dijamin kebebasannya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Karena itu, persoalan perbedaan keyakinan seharusnya tidak lagi menjadi sumber konflik apabila seluruh pihak memegang teguh nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
“Konstitusi kita sudah final. Semua agama dilindungi dan dijamin untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Yang harus terus kita rajut adalah persaudaraan sebagai sesama manusia dan sesama warga bangsa,” katanya.
Selain memberikan edukasi mengenai moderasi beragama, FKUB Kota Surabaya juga menjalankan tugas memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui pendekatan dialog dan musyawarah, berbagai potensi gesekan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara damai sehingga semangat Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga sebagai perekat persatuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....