Wali Kota Eri Minta Polemik Hak Asuh Anak Diselesaikan lewat Jalur Hukum
- 04 Agt 2026 07:22 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pemerintah Kota Surabaya telah menindaklanjuti dugaan penelantaran dan eksploitasi anak yang viral di media sosial dengan melakukan verifikasi lapangan bersama Polrestabes Surabaya.
- Hasil verifikasi lapangan tidak menemukan bukti kuat yang mendukung dugaan penelantaran dan eksploitasi anak tersebut.
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk tidak membawa persoalan keluarga ke ruang publik karena jejak digital dapat berdampak panjang terhadap kondisi psikologis anak.
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menindaklanjuti dugaan penelantaran dan eksploitasi anak oleh seorang ayah yang sempat viral di media sosial. Setelah melakukan verifikasi lapangan bersama Polrestabes Surabaya, tidak ditemukan bukti kuat yang mendukung dugaan tersebut.
Menanggapi polemik itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat tidak membawa persoalan keluarga ke ruang publik. Menurutnya, jejak digital dapat berdampak panjang terhadap kondisi psikologis anak.
"Jadi saya tidak ingin warga terjadi hal seperti itu. Kalau terjadi, jejak digital tidak akan pernah hilang. Kasihan putra-putrinya ketika dewasa melihat ada yang mengeluarkan aib keluarganya, ini tidak bagus," kata Eri di Balai Kota Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
Eri menegaskan, suami dan istri tidak dibenarkan saling membuka aib, meskipun telah berpisah. Baginya, kepentingan dan masa depan anak harus menjadi prioritas di atas ego orang tua.
"Ketika ada perpisahan janganlah membuka aib itu. Tapi ditutup aib itu, untuk apa? Untuk anak-anak kita. Jangan hanya karena egonya orang tua, anak yang jadi korban," ujarnya.
Ia mengungkapkan telah mempertemukan kedua orang tua anak tersebut. Saat ini, Pemkot Surabaya masih menunggu putusan Pengadilan Agama terkait hak asuh anak.
"Alhamdulillah kemarin sudah kita pertemukan. Ayo tunggu terkait keputusan hukumnya, karena negara kita negara hukum. Apa pun keputusan Pengadilan Agama nanti, harus kita ikuti," katanya.
Eri kembali mengingatkan agar kasus serupa tidak terulang. Menurutnya, persoalan keluarga sebaiknya diselesaikan secara bijaksana tanpa mengorbankan anak melalui pemberitaan atau media sosial.
"Jangan buka aib keluarga warga saya di tempat umum. Karena warga saya adalah keluarga saya, anaknya mereka adalah anak saya. Saya tidak ingin ketika dewasa nanti anak itu mengalami tekanan batin atau trauma akibat berita yang menyudutkan bapak maupun ibunya," katanya.
Sebelumnya, Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri informasi yang beredar di media sosial. Tim DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan ayah dan anak tersebut. Hasilnya, anak dalam kondisi baik dan saat ini diasuh oleh ayahnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya telah meminta keterangan dari ibu kandung yang menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun hingga kini, belum ditemukan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....