RS PHC Rawat 9 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Mayoritas Nyeri dan Mual

  • 04 Agt 2026 05:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – RS PHC Surabaya melakukan perawatan intensif terhadap sembilan korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II. Kesembilan pasien itu berasal dari tiga gelombang kedatangan korban yang dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Dari proses evakuasi, para korban selamat yang dinilai tim membutuhkan perawatan langsung dirujuk ke RS PHC yang terdekat dengan Posko Penanganan Korban di Pelabuhan Tanjung Perak. Sejak kedatangan pertama hingga ketiga pada siang tadi, total ada 10 yang ditangani, namun satu orang dinyatakan bisa melakukan rawat jalan sehingga dipulangkan.

Direktur RS PHC Surabaya, dr. Rony Kurniawan, menjelaskan, dari total korban yang dilarikan ke RS PHC Surabaya, mayoritas pasien yang datang dalam kondisi lemas karena kelelahan saat proses penyelamatan. Dari hasil observasi, rata-rata korban mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan berat, kejang/nyeri otot, serta mual akibat terlalu banyak menelan air laut saat bertahan hidup

"Jadi secara umum mereka ini kan dari kapal yang terbakar eh hampir semuanya loncat karena infonya kebakarannya ada di bagian bawah, sehingga itu kan besi semua sehingga panas kan mereka enggak ada pilihan selain loncat. Dan loncat itu memang kebanyakan cederanya nyeri-nyeri otot kaki, otot punggung, ya ada yang otot dada juga," kata Rony.

Selain itu, pihaknya juga saat menerima korban kebanyakam mengalami mual dan muntah akibat terlalu banyak minum air saat terombang-ambing di laut. Dari pemeriksaan lanjutan, pihaknya tidak menemukan adanya luka bakar secara lanngsung maupun patah tulang.

"Ada pasien dengan keluhan sesak napas dalam artian mereka kelelahan, karena memang dua jam terombang-ambing. Bahkan ada cerita hanya untuk naik tangga kapal saja kesulitan karena memang butuh tenaganya habis. Kalau kondisinya setelah itu," ujarnya.

Untuk penangan lebih lanjut, Rony menjelaskan sembilan korban sudah dirawat intensif dengan pemberian obat, nutrisi untuk mengatasi dehidrasi. Pihaknya, juga hingga kini masih bersiaga menanti kedatangan korban yang dikabarkan tengah dalam proses evakuasi dari Sumenep ke Surabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....