Pemerintah Pusat Pantau Ketat Kasus Santri Keracunan di Sidoarjo

  • 04 Sep 2026 18:27 WIB
  •  Surabaya

‎‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi turun langsung memantau kondisi para santri serta memastikan penanganan dan pemulihan korban berjalan optimal.

‎

‎Arifatul mengunjungi Ponpes Manbaul Hikam, Jumat, 4 September 2026, didampingi tim Staf Kepresidenan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi santri yang terdampak setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎

‎“Kami datang untuk melihat langsung kondisi anak-anak, kemudian memastikan penanganan medis dan proses pemulihan berjalan dengan baik,” kata Arifatul saat berada di Ponpes Manbaul Hikam.

‎

‎Berdasarkan data terbaru, sekitar 700 orang terdampak dalam kejadian tersebut. Para korban sebelumnya menjalani penanganan medis di sejumlah rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan.

‎

‎Sebagian besar korban kini telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Namun, 22 orang masih menjalani rawat inap di sembilan rumah sakit. Kondisi korban yang masih menjalani perawatan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam kunjungan tersebut.

‎

‎“Kami ingin memastikan mereka yang masih dirawat mendapatkan pelayanan dan penanganan dengan baik sampai benar-benar pulih,” ujar Arifatul.

‎

‎Arifatul juga mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menangani para santri sejak kejadian tersebut. Menurut dia, kecepatan penanganan menjadi hal penting ketika menghadapi kasus yang berdampak pada banyak anak.

‎

‎“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak ini mendapatkan penanganan yang cepat, kemudian pemulihan mereka juga menjadi perhatian,” katanya.

‎

‎Menurut Arifatul, perhatian terhadap korban tidak boleh berhenti ketika pasien telah mendapatkan penanganan medis. Pemerintah perlu memastikan kondisi anak-anak terus dipantau hingga benar-benar pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

‎

‎Sementara itu, aktivitas di sejumlah sekolah dan pesantren lain yang turut terdampak dilaporkan mulai kembali normal. Kegiatan belajar mengajar dan aktivitas di lingkungan pesantren berangsur berjalan setelah sebelumnya sempat terganggu akibat kejadian tersebut.

‎

‎Arifatul berharap seluruh santri yang masih menjalani perawatan segera pulih dan dapat kembali berkumpul dengan teman-temannya. ‎“Kita berharap yang masih dirawat segera sembuh dan bisa kembali berkumpul dengan teman-temannya serta beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.

‎

‎

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....