Kemenhub Pastikan KM Mutiara Sentosa Telah Lalui Ramp Check

  • 03 Agt 2026 20:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia masih menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Minggu 2 Agustus 2026. Hal ini dilakukan karena sebelum insiden kapal tersebut sudah menjalani proses ramp check.

Wakil Menteri Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, Suntana memastikan bahwa KM Mutiara Sentosa II yang mengalami insiden kebakaran telah menjalani proses ramp check. Ia mengatakan hal tersebut merupakan hal wajib dilakukan oleh transportasi yang akan beroperasi.

Pada bulan Juli lalu, kapal tersebut sudah melalui proses tersebut dan dinilai laik jalan. Karena itu, pihaknya belum berani menyimpulkan penyebab kebakaran kapal teraebut hingga ada hasil investigasi yang dilakukan.

"Kapal yang mengalami kecelakaan ini terakhir dilaksanakan pemeriksaan ramp check pada saat bulan Juni. Nah, kita sedang memeriksa pemeriksaan itu, tapi kami yakinkan pemeriksaan itu rutin dan sesuai dengan SOP," kata Suntana usai menjenguk korban di RS PHC Surabaya.

Terkait dengan adanya informasi terkait kurangnya sekoci atau perahu penolong di kapal, Suntana mengatakan, masih menunggu hasil investigasi. Namun, ia menegaskan dari insiden tersebut akan ada evaluasi yang dilakukan pemerintah. "Nah, perkembangan informasi yang kita dapat akan kita dalami dengan proses penyidikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, proses pencarian masih dilakukan oleh SAR gabungan. Dari proses yang berlangsung, ia menyebut dari total korban yang terevakuasi 176 sudah dibawa ke Surabaya.

"Saya ulangi, telah terevakuasi dengan data total 233 orang yang sudah terevakuasi di Kota Surabaya ini melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan juga pelabuhan yang ada di Ketapang dan diangkut jalan darat ke Surabaya, total ada 176 korban. Di mana dari 176 korban ini kita sangat berduka ada lima korban kondisi meninggal dunia," kata Syafii.

Ia menyebut, saat ini masih ada korban yang tengah proses evakuasi dari perairan ke Surabaya dan direncanakan tiba esok hari. Sementara yang sudah di Surabaya, total ada sembilan korban sedang menjalani perawatan di RS PHC dan korban meninggal di bawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....