Impor Jawa Timur Januari - Juni 2026 senilai US$16,51 miliar atau naik 16,04 persen

  • 03 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Nilai impor Jawa Timur selama Januari–Juni 2026 mencapai US$16,51 miliar, meningkat 16,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya impor nonmigas maupun migas.

Pelaksana Harian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan impor nonmigas mencapai US$13,39 miliar, naik 12,75 persen. Sementara impor migas sebesar US$3,12 miliar, meningkat 32,67 persen dibandingkan semester I 2025.

Pada Juni 2026, nilai impor Jawa Timur tercatat US$2,81 miliar atau naik 25,04 persen dibandingkan Juni 2025. Impor nonmigas mencapai US$2,29 miliar atau naik 17,88 persen, sedangkan impor migas sebesar US$520 juta, melonjak 70,82 persen.

"Peningkatan impor migas dipengaruhi naiknya impor minyak mentah sebesar 47,22 persen menjadi US$366,28 juta serta impor hasil minyak yang meningkat 29,86 persen menjadi US$2,01 miliar." kata Herum.

Dari sisi komoditas nonmigas, buah-buahan (HS 08) mencatat kenaikan tertinggi, yakni US$193,69 juta atau 37,51 persen dibandingkan semester I 2025. Sebagian besar buah-buahan diimpor dari Tiongkok senilai US$642,42 juta, disusul Thailand sebesar US$15,34 juta.

"Komoditas pupuk (HS 31) juga meningkat US$141,01 juta atau 26,38 persen, terutama berasal dari Rusia senilai US$209 juta dan Tiongkok sebesar US$148,41 juta," ujarnya.

Sementara itu, impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) naik 23,31 persen menjadi tambahan US$166,32 juta, dengan pemasok utama Tiongkok senilai US$457,72 juta dan Singapura sebesar US$80,69 juta. Komoditas mesin dan peralatan mekanis (HS 84) masih menjadi kontributor impor terbesar dengan nilai US$1,40 miliar, naik 13,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Impor komoditas ini didominasi dari Tiongkok senilai US$710,18 juta dan Korea Selatan sebesar US$114,30 juta.

Berdasarkan negara asal, Tiongkok tetap menjadi pemasok terbesar barang nonmigas ke Jawa Timur dengan nilai US$5,21 miliar atau berkontribusi 38,94 persen terhadap total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat sebesar US$764 juta (5,71 persen) dan Korea Selatan sebesar US$601,79 juta (4,49 persen).

Di kawasan ASEAN, nilai impor nonmigas mencapai US$1,55 miliar, meningkat 0,93 persen dibandingkan semester I 2025. Singapura menjadi pemasok terbesar dengan nilai US$466,34 juta, disusul Thailand sebesar US$422,89 juta.

Sementara itu, impor nonmigas dari Uni Eropa mencapai US$757,34 juta, naik 1,21 persen. Jerman menjadi negara pemasok terbesar dari kawasan tersebut dengan nilai US$277,02 juta, diikuti Italia sebesar US$145,59 juta.

Menurut golongan penggunaan barang, impor Jawa Timur masih didominasi bahan baku dan penolong sebesar US$13,19 miliar atau 79,90 persen dari total impor. Adapun impor barang konsumsi mencapai US$1,81 miliar (10,98 persen), sedangkan barang modal sebesar US$1,51 miliar atau 9,12 persen dari total impor Jawa Timur selama Januari–Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....