Ekspor Jatim Semester I 2026 Turun, Perhiasan Tertekan meski Tembaga Menguat

  • 03 Agt 2026 16:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jawa Timur selama Januari-Juni 2026 mencapai US$13,43 miliar. Nilai tersebut turun 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Plh Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, Senin, 3 Agustus 2026 mengatakan penurunan juga terjadi pada ekspor nonmigas. Selama semester I 2026, ekspor nonmigas tercatat US$13,26 miliar, atau turun 3,70 persen dibandingkan Januari-Juni 2025.

Secara bulanan, nilai ekspor Jawa Timur pada Juni 2026 mencapai US$2,52 miliar. Angka tersebut turun 10,95 persen dibandingkan Juni 2025.

Sementara itu, ekspor nonmigas Juni 2026 sebesar US$2,51 miliar, atau mengalami penurunan 9,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Herum menjelaskan, dari sepuluh komoditas ekspor nonmigas terbesar, tembaga (HS 74) menjadi komoditas dengan peningkatan nilai ekspor tertinggi. Nilainya naik US$360,21 juta atau 29,27 persen dibandingkan semester I 2025.

"Komoditas tembaga mencatat kenaikan terbesar di antara sepuluh komoditas utama ekspor nonmigas Jawa Timur," ujar Herum.

Sebaliknya, perhiasan atau permata (HS 71) menjadi komoditas dengan penurunan terdalam. Nilai ekspornya turun US$1.352,26 juta atau 46,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Herum, kondisi tersebut menjadi faktor yang cukup besar memengaruhi penurunan kinerja ekspor Jawa Timur secara keseluruhan selama semester pertama 2026. Berdasarkan sektor usaha, industri pengolahan masih mendominasi ekspor nonmigas Jawa Timur. Namun nilainya mencapai US$12,69 miliar atau turun 2,70 persen dibandingkan Januari-Juni 2025.

Selain industri pengolahan, ekspor nonmigas sektor pertanian juga mengalami penurunan sebesar 21,46 persen. Sementara ekspor sektor pertambangan dan lainnya turun lebih dalam, yakni 25,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Herum menilai perkembangan ekspor semester I 2026 masih dipengaruhi dinamika permintaan pasar global serta perubahan kinerja sejumlah komoditas utama ekspor Jawa Timur. Meski demikian, sektor industri pengolahan tetap menjadi penopang utama ekspor daerah. BPS berharap penguatan komoditas yang masih tumbuh, seperti tembaga, mampu mendukung perbaikan kinerja ekspor Jawa Timur pada paruh kedua 2026.

Berdasarkan kawasan tujuan, ekspor nonmigas Jawa Timur ke ASEAN menunjukkan kinerja positif. Selama Januari-Juni 2026 nilainya mencapai US$2,98 miliar, meningkat 12,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kawasan ASEAN menjadi salah satu pasar utama ekspor Jawa Timur dengan kontribusi 22,49 persen terhadap total ekspor nonmigas. Sementara ekspor ke Uni Eropa juga tumbuh 8,39 persen menjadi US$892,51 juta, atau berkontribusi 6,73 persen terhadap total ekspor nonmigas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....