Sopir Truk Terjepit di Gempol Masih Tunjukkan Tanda Kehidupan

  • 27 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Tim SAR gabungan sedang melakukan proses evakuasi terhadap sopir truk trailer yang terjepit di kabin usai kecelakaan beruntun di Jalan Raya Surabaya-Malang, Pasuruan, pada Senin 27 Juli 2026.
  • Kecelakaan melibatkan truk trailer bermuatan gelondongan kertas yang diduga mengalami gangguan pengereman sehingga menabrak sejumlah kendaraan dan bangunan di sekitar lokasi.
  • Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah korban mengalami luka-luka.

RRI.CO.ID, Pasuruan - Tim SAR gabungan masih melakukan proses evakuasi terhadap sopir truk trailer yang terjepit di dalam kabin usai kecelakaan beruntun di Jalan Raya Surabaya-Malang, Desa Mojorejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin 27 Juli 2026. Kecelakaan tersebut melibatkan truk trailer bermuatan gelondongan kertas yang diduga mengalami gangguan pengereman hingga menabrak sejumlah kendaraan dan bangunan di sekitar lokasi.

Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah korban mengalami luka-luka. Untuk mempermudah proses penyelamatan, tim SAR terlebih dahulu melakukan penarikan badan truk menggunakan dump truck. Langkah tersebut dilakukan agar petugas memiliki akses untuk mengevakuasi sopir yang masih terjebak di dalam kabin.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan saat tim Basarnas berupaya membuka akses menuju korban, sopir sempat memberikan respons dengan menggerakkan tangan. "Saat tim Basarnas berusaha membuat akses untuk mengeluarkan korban, sopir menggerakkan tangan. Kemudian kami meminta bantuan pengecekan dari tim medis RS Pusdik Brimob Watukosek," ujar Nanang.

Berdasarkan pemeriksaan medis, sopir truk yang diketahui bernama Agus, laki-laki berusia sekitar 40 tahun asal Malang, masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tim medis dari RS Pusdik Sabhara Porong memastikan masih teraba nadi meski dalam kondisi lemah. Korban kemudian diberikan bantuan oksigen selama proses evakuasi berlangsung.

"Hasil pengecekan menunjukkan masih ada tanda vital kehidupan, tetapi lemah. Kemudian dilakukan stabilisasi terhadap korban untuk mencegah agar tidak mengalami cedera lebih lanjut," kata Nanang.

Proses evakuasi terhadap sopir dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian karena posisi korban masih terjepit di dalam kabin truk yang mengalami kerusakan berat. Sementara itu, berdasarkan data sementara dari petugas di lokasi, terdapat tiga korban meninggal dunia yang telah dievakuasi dan dibawa ke RS Pusdik Brimob Pasuruan. Selain itu, dua korban mengalami luka berat dan mendapatkan perawatan di RS Abiyakto Pasuruan.

Sebanyak empat korban lainnya mengalami luka ringan. Mereka terdiri dari seorang penjual bebek, pasangan suami istri pengendara sepeda motor, serta seorang pengemudi truk cold diesel. Seluruh korban luka ringan telah dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk mendapatkan penanganan medis.

Nanang menegaskan, tim SAR gabungan bersama unsur kepolisian, tenaga medis, dan relawan masih terus melakukan penanganan di lokasi kejadian. "Evakuasi kami lakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan korban. Tim SAR gabungan masih bekerja untuk mengeluarkan korban dari dalam kabin agar segera mendapatkan penanganan medis lanjutan," kata Nanang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....