Usai Temuan DPR RI, Satgas Pangan Gerak Cepat Stabilkan Harga MinyaKita

  • 02 Agt 2026 22:37 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Respons cepat Satgas Pangan menyusul temuan Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono (BHS) membuahkan hasil. Setelah Perum Bulog menyalurkan 194.316 liter MinyaKita ke pasar-pasar rakyat di Sidoarjo, harga minyak goreng bersubsidi yang sebelumnya dijual hingga Rp22.000 per liter kini kembali turun sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

‎Temuan tersebut bermula saat BHS melakukan inspeksi di Pasar Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kamis 30 Juli 2026. Dalam kunjungannya, ia mendapati MinyaKita dijual jauh di atas HET. Kondisi itu langsung dilaporkan kepada Kepala Satgas Pangan agar segera dilakukan langkah penanganan untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan di masyarakat.

‎BHS mengatakan Satgas Pangan merespons laporan tersebut dengan cepat melalui penugasan kepada Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya untuk menggelontorkan stok MinyaKita ke sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Sidoarjo, termasuk Pasar Kalanganyar.

‎"Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan secara maksimal pembelian MinyaKita sesuai dengan harga HET," kata BHS, Minggu 2 Agustus 2026.

‎Menurut BHS, masuknya pasokan Bulog membuat ketersediaan MinyaKita di pasar kembali mencukupi. Dampaknya, harga yang sebelumnya melonjak kini kembali normal sesuai ketentuan pemerintah.

‎"Sudah sangat kecukupan dari sisi jumlahnya," ujarnya.

‎BHS menegaskan MinyaKita merupakan minyak goreng bersubsidi yang pembiayaannya berasal dari negara sehingga wajib dijual sesuai HET. Karena itu, setiap pelanggaran distribusi maupun penjualan di atas harga yang telah ditetapkan harus ditindak tegas.

‎"Kalau ada yang menjual lebih mahal akibat permainan distribusi, tentu harus ditindak sesuai aturan," tegas Dewan Pakar DPP Partai Gerindra tersebut.

‎Sebagai tindak lanjut, Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya menyalurkan 16.193 karton atau setara 194.316 liter MinyaKita ke sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Sidoarjo. Distribusi dilakukan ke Pasar Larangan sebanyak 106.452 liter, Pasar Taman 16.920 liter, Pasar Krian Baru 33.600 liter, Pasar Porong 17.808 liter, Pasar Krian Lama 18.276 liter, serta Pasar Kalanganyar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga tetap sesuai HET.

‎Salah seorang pengunjung Pasar Kalanganyar, Subhan, mengaku harga MinyaKita kini sudah kembali normal setelah pasokan dari Bulog masuk ke pasar.

‎"Alhamdulillah, harga MinyaKita sudah turun, tidak lagi Rp22 ribu per liter. Terima kasih Pak BHS yang sudah peduli dan ikut mengawal harga sembako," ujar Subhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....