Unik dan Penuh Edukasi, Monumen Suroboyo Wani Dari Knalpot Brong Simbol Ketertiban

  • 29 Jul 2026 20:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Kota Surabaya menghadirkan ikon unik yang sarat akan pesan moral dan edukasi keselamatan berkendara. Sebuah monumen ikonik berbentuk pertarungan Sura (ikan hiu) dan Baya (buaya) kini berdiri megah, namun dengan material yang sangat tak biasa: ribuan knalpot brong (knalpot bising/tidak standar) hasil sitaan razia lalu lintas.

Monumen yang diberi nama "SUROBOYO WANI" ini dibangun sebagai bentuk komitmen bersama antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menolak penggunaan knalpot bising yang kerap mengganggu kenyamanan publik serta memicu aksi balap liar di jalanan.

Berdasarkan publikasi resmi kepolisian monumen ini dirancang menggunakan sekitar 2.000 knalpot tidak standar yang dirangkai sedemikian rupa oleh seniman lokal. Pilihan bentuk ikan hiu dan buaya diambil untuk menegaskan identitas Surabaya sebagai kota pejuang yang "wani" (berani) tertib dan taat aturan lalu lintas.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa pembangunan monumen ini tidak sekadar untuk memanfaatkan barang bukti sitaan, melainkan menjadi sarana sosialisasi visual yang efektif. Melalui pengumuman resminya, petugas menegaskan bahwa penggunaan knalpot brong melanggar undang-undang lalu lintas karena tingkat kebisingannya yang melampaui ambang batas standar pabrikan.

"Monumen ini menjadi simbol edukasi sekaligus pengingat bagi seluruh pengguna jalan, khususnya generasi muda, agar tidak lagi menggunakan knalpot yang memicu polusi suara dan meresahkan warga," tulis keterangan resmi dari jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya di laman resminya.

Selain menjadi pengingat akan ketertiban, keberadaan monumen ini di area terbuka hijau yang strategis juga menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas. Dengan latar belakang megah dan perpaduan elemen visual ikonik Surabaya, instalasi seni ini dinilai berhasil mengubah barang bukti pelanggaran menjadi karya seni publik yang bernilai estetik.

Harapannya, keberadaan Monumen Suroboyo Wani ini tidak hanya menjadi hiasan sudut kota, tetapi benar-benar mampu menekan angka pelanggaran penggunaan knalpot bising serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya saling menghargai sesama pengguna jalan demi mewujudkan Surabaya yang aman, nyaman, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....