KemenPPPA dan KPAI Apresiasi Inovasi Surabaya dalam Perlindungan Anak
- 29 Jul 2026 16:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi berbagai inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Apresiasi itu disampaikan saat Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menilai Surabaya konsisten menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada anak. Upaya tersebut turut mengantarkan Surabaya mempertahankan predikat Kota Layak Anak kategori Utama selama tujuh tahun berturut-turut.
"Banyak sekali inovasi yang dilakukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak-anak di Kota Surabaya. Salah satu prestasi yang diraih oleh Kota Surabaya adalah mendapatkan predikat utama untuk kota layak anak selama tujuh kali berturut-turut," ujar Arifah.
Ketua KPAI, Aris Adi Leksono, juga menilai berbagai kebijakan Pemkot Surabaya mencerminkan komitmen terhadap perlindungan anak. Menurutnya, berbagai penghargaan yang diterima menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah.
"Ini kami catat sebagai sebuah komitmen pemerintah daerah untuk kemudian memberikan pemenuhan hak dan perlindungan anak-anak, khususnya untuk arek-arek Surabaya," kata Aris.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot terus membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Surabaya juga meraih sertifikasi Child Friendly Cities Initiative (CFCI) dari UNICEF dan predikat Learning City dari UNESCO.
"Surabaya ini bukan yang terbaik, tapi kami ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kami. Maka Surabaya ini Alhamdulillah dengan segala kekurangan kami, kami bisa menjadi kota layak anak internasional mendapatkan sertifikasi CFCI dari UNICEF," ujar Eri.
Menurut Eri, capaian tersebut lahir dari kolaborasi pemerintah, lembaga, organisasi, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung perlindungan anak di Surabaya.
"Karena itu, saya maturnuwun (terima kasih) untuk semua NGO dan lembaga yang terus bergerak bersama dengan kita semuanya," tuturnya.
Pemkot Surabaya juga memperkuat pendampingan keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Sinau Bareng, dan Ngaji Bareng. Program SOTH telah mewisuda sekitar 70 ribu keluarga di seluruh RW Kota Surabaya.
"Kami memiliki Sekolah Orang Tua Hebat. Sekolah Orang Tua Hebat ini kami lakukan di seluruh RW. Kami sudah mewisuda sekitar 70 ribu keluarga yang ada di Kota Surabaya. Untuk menyadarkan bahwa keluarga adalah rumah kita, bahwa keluarga adalah rumah anak-anak," katanya.
Selain itu, anak-anak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan melalui Forum Anak dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pemkot juga menjalankan program perwalian bagi anak yang kehilangan pengasuhan dengan melibatkan pengadilan dan kejaksaan.
Eri menambahkan Pemkot Surabaya telah menerapkan pembatasan penggunaan gawai sebelum kebijakan serupa diterbitkan pemerintah pusat. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk melindungi tumbuh kembang anak.
Eri menegaskan keberhasilan Surabaya menjadi kota ramah anak merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
"Saya ingin katakan bahwa Surabaya adalah milik semuanya. Kalau ada yang terbaik di Surabaya, bukan karena wali kotanya. Wali kota tidak akan pernah mampu bergerak tanpa Forkopimda yang hebat, tanpa lembaga yang hebat, tanpa NGO yang hebat, tanpa pengusaha-pengusaha yang hebat, tanpa perguruan tinggi yang hebat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....