Bayang-Bayang HIV pada Anak, Orbit Sorot Pentingnya Edukasi Seks yang Tepat

  • 28 Jul 2026 10:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Yayasan Orbit Surabaya menekankan perlunya upaya pencegahan penyebaran HIV di kalangan anak sekolah. Hal ini menyambut ditemukannya sebanyak 522 kasus di Sidoarjo.

Direktur Yayasan Orbit Surabaya, Hanif Kurniawati mengatakan, tidak hanya di Sidoarjo saja tapi secara umum kasus HIV pada anak di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan. Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena masifnya upaya deteksi dini yang dilakukan untuk menjangkau kasus di stadium awal.

"Salah satu indikator program penjangkauan adalah menemukan sebanyak-banyaknya orang dengan HIV di stadium awal. Jika segera ditemukan dan diobati, virusnya terkendali, sehingga penularannya pun bisa ditekan. Pertanyaan besarnya sekarang setelah ditemukan, apa yang harus kita lakukan?" ujar Hanif.

Menurut Hanif, langkah krusial yang harus diambil pemerintah daerah dan masyarakat pasca temuan ini adalah memastikan keberlanjutan pengobatan bagi anak-anak tersebut. Pengobatan Antiretroviral (ARV) secara rutin dan teratur memungkinkan pasien HIV tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan sehat seperti masyarakat pada umumnya.

Terlepas dari itu, paling penting saat ini baginya adalah upaya pencegahan yang menjadi tugas bersama. Terutama bagi para orang tua maupun tenaga pendidikan di lingkungan sekolah.

Hanif menyebut upaya pencegahan ini penting agar penyebaran kasus HIV tidak meluas. Sehingga, perlu ada pendidikan terkait bahaya seks bebas, penggunaan jarum suntik, narkoba.

"Pendidikan seks itu bukan berarti kita mengajarkan tentang seks-nya, kita (mengajarkan) sesuai tahapan usianya, sesuai psikologisnya saja," katanya.

Selain itu, menurutnya, perlu ada ruang diskusi aman dan bertanggung jawab. Sebab, selama ini ia melihat anak-anak memiliki pengetahuan yang luas melalui informasi yang diterima dari media sosial, namun karena tidak adanya ruang diskusi yang aman sehingga banyak disalahartikan oleh anak.

"Anak-anak ini punya pengetahuan, punya informasi di kepalanya, tapi tidak ada tuh lawan diskusi yang menurut mereka tempatnya aman tanpa stigma, tanpa judge men-judge. Ruang diskusi yang aman inilah yang menurut POV kami sepertinya kurang banyak disediakan di sekolah maupun di rumah," tuturnya.

Padalah, Hanif menyebut, pencegahan paling efektif melalui pendidikan oleh orang tua di rumah dan di sekolah. Karena itu, perlu sinergi utuh antara orang tua dan lembaga pendidikan dalam pencegahan penyebaran kasus HIV.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....