Resmi Dilantik, DPC FPPI Kota Surabaya Masa Bakti 2025–2030
- 22 Jul 2026 12:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Surabaya resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030. Acara pelantikan yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut digelar di Ballroom Hotel Majapahit, Surabaya, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan Henny W. Gunarso, sebagai Ketua DPC FPPI Kota Surabaya terpilih. Berdasarkan tema yang diusung, FPPI Kota Surabaya berkomitmen untuk memperkuat kemandirian perempuan, melangkah dengan beban memutus rantai keterbatasan, serta menghadirkan aksi nyata demi membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai jajaran pejabat Pemkot Surabaya, tokoh organisasi, hingga perwakilan komunitas. Turut hadir perwakilan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili oleh Sukma, serta perwakilan dari Rini Eri Cahyadi yang diwakili oleh Dameria dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya.
Selain itu, jajaran kepala dinas, para ketua organisasi induk, media cetak maupun radio, hingga ketua PKK kelurahan Manyar Sabrangan sebagai pilot project program awal FPPI juga tampak memenuhi ruangan.
Wakil Ketua Umum 1 (WKU 1) DPC FPPI Kota Surabaya Bidang Organisasi dan Pengkaderan, Anissa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran para tamu undangan serta dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah.
"Acara hari ini cukup penuh. Undangan yang kami undang alhamdulillah hadir, mulai dari perwakilan Bapak Wali Kota, Ibu Rini melalui GOW, para ketua induk organisasi, kepala dinas, rekan-rekan media, hingga komunitas yang berkolaborasi dengan FPPI. Hadir pula Bu Lurah Mayar Sabrangan sebagai lokasi pilot project program awal kita," ujar Anissa usai acara pelantikan.
Anissa mengungkapkan harapannya agar jajaran pengurus FPPI Kota Surabaya yang baru saja dilantik mampu menjadi tim yang tangguh dan membawa organisasi ke panggung yang lebih luas. Ia menegaskan pentingnya mewujudkan pemberdayaan perempuan secara nyata dan komprehensif di Kota Surabaya.
Lebih lanjut, Anissa menekankan bahwa pengurus periode 2025–2030 ini diarahkan untuk dapat memberdayakan perempuan di berbagai sektor strategis. Sektor-sektor prioritas tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga partisipasi politik.
"Harapan saya, pengurus baru ini berdaya di segala aspek—baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun politik. Semoga terpilihnya kami dapat menggugah dan membantu perempuan-perempuan di Indonesia, khususnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....