Putri Kebaya Cilik Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
- 21 Jul 2026 04:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Program Ngobras Pro1 RRI Surabaya edisi Senin, 20 Juli 2026 menghadirkan Azalea Mauren Ahmad, peraih Putri Kebaya Cilik 2026, sebagai narasumber. Perbincangan yang dipandu presenter Joe Adi Yuanda ini mengulas perjalanan Mauren meraih prestasi sekaligus mengajak generasi muda untuk mencintai budaya Indonesia sejak usia dini.
Mauren yang baru naik ke kelas 4 SDN Balongsari 3 Mojokerto dikenal memiliki segudang prestasi di bidang modeling, menyanyi, menari, dan public speaking. Ia mengaku ketertarikannya pada dunia modeling muncul sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
"Sejak TK saya senang melihat model berjalan di atas panggung, dari situ saya ingin mencoba. Kalau menyanyi sudah suka sejak usia sekitar tiga tahun," ujar Mauren.
Perjalanan prestasinya dimulai saat kelas 1 SD dengan meraih Juara 1 Top Model School. Pada tahun 2025, ketika duduk di kelas 3 SD, Mauren kembali mengukir prestasi sebagai Duta Batik Favorit Kota Mojokerto. Berbekal pengalaman tersebut, ia memberanikan diri mengikuti ajang Putri Kebaya Indonesia setelah mengetahui informasi melalui Instagram dan mendapat dukungan penuh dari sang ibu.
Mauren menjelaskan bahwa proses seleksi Putri Kebaya Indonesia berlangsung selama sekitar tiga bulan dengan berbagai tahapan. Salah satunya adalah pembuatan video profil di Bali yang mengangkat tema pelestarian budaya melalui kebaya.
"Finalnya diadakan di Yogyakarta dan pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Saya senang bisa memperkenalkan kebaya kepada generasi muda," tuturnya.
Di tengah berbagai aktivitas, Mauren tetap berusaha menyeimbangkan waktu antara sekolah dan pengembangan bakat. Sepulang sekolah ia beristirahat sebelum mengikuti latihan hingga sore hari. Berbagai prestasi yang diraihnya juga membuat Mauren semakin dikenal oleh teman-teman di sekolah.
"Yang penting bisa membagi waktu antara belajar dan latihan supaya keduanya tetap berjalan dengan baik," katanya.
Meski telah meraih banyak penghargaan, Mauren mengaku masih sering merasa kurang percaya diri. Namun, ia memilih menjadikan perasaan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
"Kadang saya masih merasa insecure, tetapi saya terus belajar supaya lebih percaya diri dan bisa menjadi lebih baik lagi," ungkapnya. Ia juga bercita-cita mengikuti ajang internasional serta menjadi kreator konten yang memberikan inspirasi positif.
Pada sesi interaktif, seorang pendengar, Ibu Titi Damiati, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Mauren. "Selamat untuk Mauren atas semua prestasinya. Semoga terus menjadi anak yang berprestasi, rendah hati, dan selalu berbakti kepada orang tua," ucapnya melalui sambungan telepon.
Menutup perbincangan, Mauren mengajak generasi muda untuk tidak melupakan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, mengikuti tren modern bukanlah hal yang salah, tetapi kecintaan terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa harus tetap dijaga.
"Jangan malu memakai kebaya. Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi budaya Indonesia harus tetap kita cintai dan lestarikan," pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....