Cuaca Panas Picu Sakit Kepala, Kenali Penyebab dan Pencegahannya Efektif
- 20 Jul 2026 21:57 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya- Sakit kepala akibat cuaca panas menjadi keluhan yang cukup sering dialami, terutama saat seseorang terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari atau melakukan aktivitas yang meningkatkan suhu tubuh. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan produktivitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dilansir dari laman Haibunda.com, sakit kepala saat cuaca panas umumnya bukan disebabkan oleh suhu udara yang tinggi secara langsung. Dehidrasi, paparan sinar matahari berlebihan, serta kelelahan akibat panas menjadi beberapa faktor yang paling sering memicu munculnya keluhan tersebut.
| Baca juga: Damkar Tak Hanya Padamkan Kebakaran |
Mengutip Medical News Today, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, mencari tempat yang teduh, serta memperbanyak waktu istirahat. Penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin juga dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap nyaman.
Selain itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan membawa botol minum dan mengisi ulang air sepanjang hari. Konsumsi minuman tinggi gula, natrium, kafein, maupun alkohol sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk dehidrasi dan meningkatkan risiko sakit kepala.
| Baca juga: Cuaca Terik, Kamar Tetap Nyaman tanpa AC |
Saat mulai merasakan gejala yang berkaitan dengan paparan panas, seperti sakit kepala, pusing, atau kelelahan, segera hentikan aktivitas dan beristirahat di tempat yang sejuk. Minum air dingin serta mandi dengan air sejuk juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh lebih cepat.
Sementara itu, dikutip dari Verywell Health, beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain memeriksa prakiraan cuaca sebelum beraktivitas, menyiapkan obat sakit kepala bila diperlukan, mengenakan pakaian yang ringan dan longgar, menggunakan tabir surya secara rutin, serta membawa payung saat berada di luar ruangan.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI Unit Pelayanan Kesehatan, cuaca panas juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan lainnya, seperti dehidrasi, heatstroke, iritasi kulit, migrain akibat paparan sinar matahari dan polusi, panas dalam, hingga demam tinggi yang berisiko merusak otak dan organ vital apabila tidak segera ditangani.
Dengan mengenali penyebab, gejala, dan langkah pencegahannya, masyarakat diharapkan lebih waspada dalam menghadapi cuaca panas. Menjaga tubuh tetap terhidrasi, menghindari paparan sinar matahari berlebihan, serta segera beristirahat ketika muncul gejala menjadi langkah sederhana yang efektif untuk menjaga kesehatan selama musim panas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....