Yusuf Hasyim Dinilai Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional
- 16 Jul 2026 19:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - KH Muhammad Yusuf Hasyim dinilai telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Penilaian itu didasarkan pada kelengkapan dokumen dan hasil kajian sejarah yang telah dilakukan.
Usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Muhammad Yusuf Hasyim telah melalui penilaian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Tokoh yang akrab disapa Pak Ud itu juga masuk dalam 20 nama yang diajukan kepada Presiden.
Sebagaimana disampaikan Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim. Wujudkan gelar Pahlawan tersebut, salah satunya melalui Seminar Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Muhammad Yusuf Hasyim.
"Seminar ini kita laksanakan untuk menyemarakkan informasi dan mem-blow up bahwa KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi syarat. Artinya, beliau tinggal menunggu waktu untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional," katanya, Kamis 16 Juli 2026.
Dari 48 usulan yang diseleksi, pemerintah menetapkan 10 tokoh sebagai pahlawan nasional. Menurut Kiai Asep, KH Muhammad Yusuf Hasyim termasuk 10 nama yang belum ditetapkan sehingga berpeluang mendapat prioritas pada pengusulan berikutnya.
Kiai Asep mengatakan salah satu kekuatan usulan tersebut adalah kelengkapan naskah akademik. Naskah itu memuat sekitar 120 sumber, termasuk 76 sumber primer.
Prof. Usep Abdul Matin, Ketua TP2GP (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat) menuturkan, dari 120 sumber yang digunakan, 76 merupakan sumber primer. Antara lain dari arsip Belanda, ANRI, maupun Perpustakaan Nasional.
"Dari Perpustakaan Pesantren Tebuireng, maupun dokumen keluarga KH Muhammad Yusuf Hasyim," kata Ketua TP2GP Prof. Usep Abdul Matin.
Usep mengatakan hasil kajian menunjukkan KH Muhammad Yusuf Hasyim konsisten memperjuangkan keutuhan NKRI hingga akhir hayatnya. "Beliau betul-betul seorang calon pahlawan nasional yang sangat memenuhi syarat untuk menjadi pahlawan nasional," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....