Imigrasi TPI Surabaya Dorong Adanya Indonesia Rute Permudah Debarkasi Haji

  • 07 Jul 2026 11:36 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Imigrasi TPI Surabaya melayani 44.087 jemaah haji dari Embarkasi Surabaya pada tahun ini dengan sistem dan prosedur yang ditingkatkan.
  • Sistem corridor gate diterapkan pada proses debarkasi untuk memudahkan jemaah haji yang tiba tanpa perlu menjalani proses keimigrasian yang panjang.
  • Ditemukan 18 kasus haji non prosedural menggunakan visa kerja, menurun drastis dari 171 kasus tahun sebelumnya berkat sosialisasi masif dan koordinasi satgas lintas instansi.
  • Layanan Makkah Route memungkinkan calon jemaah menjalani pemeriksaan dokumen hanya di Bandara Juanda, dengan harapan Arab Saudi juga membuat Indonesia Route di sana untuk efisiensi lebih lanjut.

RRI.CO.ID, Surabaya - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, memastikan layanan imigrasi selama proses pemberangkatan dan pemulangan berjalan baik. Meski telah berjalan baik ia menyebut masih ada beberapa hal yang diperbaiki ke depannya.

“Evaluasinya mungkin next kalau Arab ada Makkah Route, Indonesia harusnya ada juga Indonesia Route yang di Arab. Sehingga orang begitu datang tidak perlu lagi diselesaikan karena sudah selesai di Arab. Mudah-mudahan harapan kita seperti itu,” ujarnya.

Agus mengatakan, tahun ini Imigrasi TPI Surabaya melayani 44.087 jemaah yang berasal dari Embarkasi Surabaya. Selama proses layanan haji tahun ini, semua kegiatan keimigrasian dipastikan berjalan lancar.

Dijelaskan Agus, proses layanan ibadah haji tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena pada proses debarkasi diberlakukan sistem corridor gate. Sistem yang diberlakukan ini mempermudah jamaah haji yang tiba tanpa harus menjalani proses keimigrasian.

Lebih lanjut, pada proses pemberangkatan masih diberlakukan layanan Makkah Route. Dalam layanan ini, seluruh calon Jemaah haji hanya menjalani proses pemeriksaan dokumen di Bandara Juanda.

Selain itu, pada haji kali ini masih ditemukan kasus haji non prosedural dilakukan sebanyak 18 orang. Meski masih ditemukan, namun jumlah kasus yang terungkap tahun ini menurun dibanding sebelumnya sebanyak 171 calon jemaah yang ditolak.

Menurutnya, keberhasilan ini karena sosialiasi masif kepada masyarakat sebelum datangnya musim haji. Selain itu, dari pusat hingga daerah juga sudah dibentuk satgas khusus sehingga tidak ada calon jemaah yang lolos.

“Artinya memang efektivitas satgas yang dibikin oleh pemerintah, baik itu Bareskrim pusat, maupun di level daerah Imigrasi juga buat, Kementerian Haji juga buat, sehingga bisa mengeliminasi, minimal kita cegah,” tuturnya.

Dalam kasus ini, petugas Imigrasi menemukan travel dan calon jemaah haji non prosedural melanggar aturan karena menggunakan visa kerja. Para calon jemaah tersebut diberi visa kerja untuk bisa masuk ke Arab Saudi.

Untuk itu, calon jemaah yang ditemukan melanggar prosedur ditolak keberangkatannya. Meski ditolak, ia memastikan kalau seluruh calon jemaah yang ditolak tetap bisa menjalani ibadah haji tahun depan.

“Jadi, tahun depan bisa menggunakan visa yang memang haji, jadi tidak ada masalah, gitu,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....