Wagub Emil Pastikan Anggaran Infrastruktur Jalan Tetap Berlanjut
- 07 Jul 2026 11:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pastikan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan dan saluran drainase. Sebagai upaya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur, baik yang menjadi kewenangan Pemprov maupun Kabupaten/Kota.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Selasa 7 Juli 2026 menjelaskan, optimalisasi proyek startegis tersebut, untuk mendukung pengembangan wilayah. Seperti tahun lalu, Pemprov berkolaborasi perbaiki drainase di Malang, hingga membantu penanganan banjir di Gresik.
"Meskipun bukan melalui pembangunan danau retensi, melainkan membantu normalisasi dan optimalisasi kapasitas sungai yang terhubung dengan sistem Kali Lamong, yang selama ini kerap menyebabkan banjir dan berdampak luas kepada masyarakat," ujarnya.
Berikutnya adalah perbaikan jalan di ruas menuju Bandara Kediri yang mengalami kerusakan akibat lalu lintas material pembangunan bandara. Hal serupa juga terjadi pada ruas jalan yang digunakan sebagai jalur angkutan material menuju Bendungan Semantok di Nganjuk.
"Yang kini telah berubah status menjadi jalan provinsi," tuturnya.
Saat ini terdapat tambahan sekitar 250 kilometer jalan yang sebelumnya merupakan jalan kabupaten/kota maupun jalan nasional dan kini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kondisi jalan-jalan yang baru menjadi aset provinsi tersebut tidak sebaik sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi yang telah dikelola sebelumnya.
"Karena itu, kami melakukan pembenahan secara bertahap. Minimal, apabila lebarnya belum memenuhi standar jalan provinsi, kondisinya harus tetap baik," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim tidak serta-merta merekonstruksi seluruh ruas jalan, tetapi skala prioritas. Di Jember misalnya, kondisi jalan memang lebih berat sehingga dilakukan rekonstruksi dengan dukungan pendanaan nonpemerintah yang disepakati secara terbuka bersama masyarakat.
"Sementara di daerah lain diterapkan metode minor reconstruction, karena masyarakat tentu tidak ingin hanya sekadar penambalan. Kami ingin penanganan jalan dilakukan lebih sistematis agar lebih nyaman dilalui," katanya.
Untuk di Jember sendiri, pekerjaan sudah berjalan. Emil mengatakan, panjang ruas yang harus ditangani cukup besar sehingga belum semuanya dapat tercover. Rekonstruksi dilakukan secara berkelanjutan, dimana jalan yang berlubang tidak hanya ditambal (patching), tetapi dibongkar dan diperbaiki lebih menyeluruh.
"Itulah yang kami sebut sebagai rekonstruksi parsial atau minor reconstruction," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....