PERSIARI Jatim Gelar Pelatihan Penyiar Radio di Surabaya

  • 06 Jul 2026 16:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi generasi muda melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyiar Radio. Kegiatan tersebut berlangsung di Brum Stove & Pan, Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Minggu, 5 Juli 2026.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan sumber daya manusia yang secara konsisten digelar DPW PERSIARI Jawa Timur. Sebelumnya, organisasi tersebut sukses menyelenggarakan pelatihan Public Speaking for Gen Z dan Master of Ceremony (MC).

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana halaman Brum Stove & Pan telah dipenuhi para peserta yang datang dengan penuh semangat. Sebanyak 20 peserta yang didominasi anak muda berusia 16 hingga 30 tahun dari Surabaya mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka mendapatkan pembekalan mulai dari dasar-dasar penyiaran radio, teknik vokal, public speaking, hingga praktik siaran secara langsung di hadapan para mentor.

Ketua DPW PERSIARI Jawa Timur, Adi Widodo, S.Sos., M.Si., CMC., CPPS., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Menurutnya, peserta juga dipersiapkan agar mampu menghadapi perkembangan industri media yang terus berubah.

"Kami ingin memberikan ruang belajar bagi generasi muda agar memiliki keterampilan berbicara yang profesional, percaya diri, dan mampu menyampaikan informasi dengan baik. Menjadi penyiar radio bukan sekadar memiliki suara yang bagus, tetapi juga mampu membangun karakter, wawasan, dan kedekatan dengan pendengar," ujar Adi Widodo.

Materi pelatihan sesi pertama disampaikan langsung oleh Adi Widodo yang membahas dasar-dasar penyiar radio, public speaking, voice power, artikulasi, dan intonasi. Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh praktisi radio sekaligus Sekretaris DPW PERSIARI Jawa Timur, Cak Aldo, yang memberikan materi teknik siaran radio, membangun karakter penyiar, serta praktik membaca naskah sebelum peserta menjalani simulasi siaran secara langsung.

Cak Aldo menuturkan bahwa kemampuan penyiar tidak hanya diukur dari kelancaran berbicara, tetapi juga dari kemampuannya membangun emosi dan interaksi dengan pendengar. "Penyiar harus mampu menghadirkan suasana melalui suara. Karena itu, latihan yang konsisten menjadi kunci untuk membentuk karakter penyiar yang profesional," katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, hingga mengikuti simulasi siaran yang menjadi bagian utama pelatihan. Selain memperoleh pengalaman praktik, peserta juga mendapatkan evaluasi langsung dari para pemateri sebagai bekal untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi mereka.

Melalui pelatihan ini, DPW PERSIARI Jawa Timur berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni dunia penyiaran sekaligus memiliki kompetensi komunikasi yang dapat diterapkan di berbagai bidang profesi. Kegiatan ditutup dengan penyerahan e-sertifikat, sesi foto bersama, serta ramah tamah antara peserta dan narasumber sebagai penutup rangkaian pelatihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....