Kementerian UMKM Siapkan Inkubator dan Nutripreneur untuk Perkuat Program MBG
- 04 Jul 2026 12:11 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Kementerian UMKM menyiapkan program inkubasi usaha dan pengembangan Nutripreneur dalam kerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia untuk memperkuat ekosistem Program Makan Bergizi Gratis.
- Tiga langkah utama program meliputi penguatan inkubator melalui pelatihan dan pendampingan, penguatan pendataan pelaku UMKM melalui platform SAPA UMKM, dan perluasan jejaring lembaga inkubator melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan.
- Program Makan Bergizi Gratis telah menggerakkan berbagai sektor ekonomi termasuk petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM sambil berkontribusi pada kesehatan generasi muda.
RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian UMKM menyiapkan program inkubasi usaha dan pengembangan Nutripreneur guna memperkuat ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mencetak wirausaha baru di bidang pangan dan gizi. Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, mengatakan program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).
"Kami menyambut inisiatif Persagi untuk membangun kerja sama dalam mendorong lahirnya Nutriprenuer. Mereka memiliki kompetensi di bidang gizi dan diharapkan mampu menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan pekerjaan," kata Riza saat Temu Ilmiah Nasional Persagi di Surabaya, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Kementerian UMKM menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, memperkuat program inkubator melalui pelatihan, pendampingan, dan perluasan akses usaha.
"Kita tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga inkubasi, pendampingan, hingga memberikan aksesibilitas agar lahir wirausaha unggulan," ujarnya.
Langkah kedua adalah memperkuat pendataan pelaku UMKM melalui platform SAPA UMKM sebagai aplikasi resmi pemerintah untuk memetakan pelaku usaha dan membuka akses layanan yang lebih inklusif. Sementara langkah ketiga dilakukan dengan memperluas jejaring lembaga inkubator melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, politeknik kesehatan, dan institusi pendidikan yang memiliki konsentrasi pada bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Riza berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan UMKM masa depan yang memiliki daya saing, mampu membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung penyediaan pangan sehat dalam Program MBG. Ia menjelaskan Program MBG telah menggerakkan berbagai sektor, mulai dari petani, nelayan, peternak, pekebun, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM.
"Program ini di satu sisi berkontribusi terhadap kesehatan generasi muda, di sisi lain mampu menggerakkan ekonomi daerah," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....