Dosen UPN Veteran Jatim Teliti Pengembangan Kopi Benjor Berbasis CSV
- 03 Jul 2026 14:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur meneliti pengembangan Kopi Benjor Lereng Bromo di Kabupaten Malang. Penelitian tersebut mengusung pendekatan Creating Shared Value (CSV) untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, kolaborasi, dan keberlanjutan UMKM kopi.
Penelitian memfokuskan kajian pada strategi komunikasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan hubungan antarpemangku kepentingan. Kajian melibatkan petani kopi, pengepul, komunitas kopi, masyarakat sekitar, hingga pelanggan sebagai bagian dari ekosistem usaha.
Penelitian juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di antaranya Tujuan 1 tentang Tanpa Kemiskinan, Tujuan 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Ketua Tim Peneliti, Dian Hutami Rahmawati, M.Med.Kom., mengatakan penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan melihat kontribusi ilmu komunikasi terhadap keberlanjutan UMKM lokal.
"Selama ini banyak pengembangan UMKM yang berfokus pada peningkatan produksi atau pemasaran. Padahal, keberlanjutan sebuah usaha juga ditentukan oleh kualitas komunikasi dan hubungan yang dibangun dengan seluruh stakeholder," ujar Dian.
Menurutnya, melalui pendekatan Creating Shared Value, bisnis dapat tumbuh seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terciptanya peluang ekonomi yang inklusif, serta kolaborasi yang memberi manfaat bagi seluruh pihak.
Dian menjelaskan Kopi Benjor dipilih karena tengah bertransformasi dari produsen kopi lokal menjadi ekosistem bisnis berbasis komunitas. Kawasan tersebut juga memiliki potensi besar dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi kopi.
"Kopi Benjor memiliki modal sosial yang sangat kuat. Penelitian ini tidak hanya memotret kondisi yang ada, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategi komunikasi yang mampu memperkuat kolaborasi sehingga manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas," katanya.
Penggerak komunitas kopi lokal, Heri Purnomo, menyambut baik penelitian tersebut. Menurutnya, pengembangan kopi lokal membutuhkan sinergi berbagai pihak, bukan hanya mengandalkan kualitas produk.
| Baca juga: Larangan Gawai Total Dinilai Keliru |
"Kami berharap penelitian ini menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan pengembangan Kopi Benjor. Potensi kopi di lereng Bromo sangat besar, tetapi akan lebih kuat jika didukung strategi komunikasi yang mampu memperkenalkan nilai, cerita, dan identitas Kopi Benjor kepada masyarakat yang lebih luas," ujarnya.
Senada, penggerak komunitas kopi Sam Bejo menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama menjaga keberlanjutan kawasan kopi. Ia berharap petani, pelaku UMKM, komunitas, wisatawan, akademisi, dan pemerintah terus berkolaborasi membangun ekosistem yang sehat dan bermanfaat bagi semua pihak.
Melalui penelitian ini, tim dosen UPN Veteran Jawa Timur juga melakukan audit komunikasi untuk memetakan hubungan antarpemangku kepentingan. Hasil penelitian diharapkan menjadi rekomendasi bagi UMKM, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri kopi dalam membangun usaha yang berorientasi pada keuntungan ekonomi sekaligus menciptakan nilai sosial dan mendukung pencapaian SDGs.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....