Pakar ITS: Ancaman Gempa Megathrust Nyata, Masyarakat Harus Siaga
- 01 Jul 2026 14:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pakar kebencanaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, mengingatkan bahwa ancaman gempa megathrust di Indonesia merupakan potensi nyata yang harus diwaspadai. Meski demikian, waktu terjadinya gempa tersebut tidak dapat diprediksi.
Menurut Amien, gempa megathrust merupakan konsekuensi dari aktivitas pertemuan lempeng tektonik yang terus berlangsung. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan.
"Megathrust itu ancaman yang jelas, tinggal menunggu waktu. Bisa terjadi hari ini, besok, satu tahun lagi, bahkan seribu tahun lagi. Kita tidak tahu," ujar Amien, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa langkah paling penting adalah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana. Kesiapsiagaan meliputi edukasi kebencanaan, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan perlengkapan darurat bagi keluarga.
Amien juga meluruskan isu yang menyebut Pulau Jawa akan terbelah akibat gempa megathrust. Menurutnya, informasi tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan tidak berkaitan dengan mekanisme gempa megathrust.
"Kalau Pulau Jawa terbelah, itu memang sudah lama dibicarakan orang. Namun, itu tidak ada hubungannya sama sekali dan tidak nyambung," katanya.
Secara ilmiah, gempa megathrust terjadi akibat pelepasan energi besar di zona subduksi, yakni wilayah pertemuan lempeng tektonik. Indonesia memiliki sejumlah segmen megathrust aktif karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga berpotensi mengalami gempa berkekuatan besar yang dapat memicu tsunami apabila pusat gempa berada di bawah laut.
Amien mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai rujukan utama mengenai potensi dan mitigasi gempa bumi.
Menurutnya, kesiapsiagaan yang baik jauh lebih penting daripada rasa takut berlebihan. Dengan memahami risiko dan prosedur penyelamatan, masyarakat dapat meminimalkan dampak apabila gempa besar benar-benar terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....