Pasokan Listrik Andal Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat

  • 27 Jun 2026 08:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Dialog Jagongan yang disiarkan pada Jumat, 26 Juni 2026, membahas pentingnya kenyamanan masyarakat dalam mengantisipasi kebutuhan listrik. Materi tersebut disampaikan oleh Agus Widiyarta., dosen Administrasi Publik FISIPOL UPN Veteran Jawa Timur yang akrab disapa Agus.

Dalam dialog tersebut, Agus menyoroti peristiwa pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan informasi yang dibacanya dari media, gangguan tersebut disebabkan oleh kerusakan pada dua peralatan pembangkit serta keterbatasan pasokan batu bara.

Menurut Agus, ketersediaan listrik merupakan bagian dari pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, penyedia layanan dituntut mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Ia menilai pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM dan pengusaha kecil yang mengandalkan listrik untuk proses produksi berpotensi mengalami kerugian, terlebih jika tidak memiliki sumber listrik cadangan seperti generator set atau genset.

Selain sektor usaha, gangguan pasokan listrik juga dapat memengaruhi pelayanan publik di instansi pemerintah daerah. Agus mencontohkan, masyarakat yang sedang mengurus dokumen administrasi kependudukan dapat mengalami kendala apabila sistem pelayanan tidak dapat beroperasi akibat pemadaman listrik.

Agus juga mengingatkan adanya ketentuan dalam peraturan perundang-undangan mengenai pelayanan publik. "Masyarakat berhak menerima kompensasi apabila kesalahan berada pada perusahaannya dan bukan disebabkan oleh bencana atau faktor alam," ujar Agus. Menurutnya, kompensasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab penyelenggara layanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, "Pemerintah seharusnya mengawasi perusahaan BUMN terutama bagian listrik agar bisa berjalan optimal." Ia menambahkan bahwa pengawasan yang baik dapat membantu mencegah terulangnya gangguan layanan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi dalam menjaga ketersediaan energi listrik dengan menggunakan listrik secara bijak. Agus mengajak masyarakat menghemat penggunaan listrik, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sudah tidak diperlukan, sehingga kebutuhan energi dapat tetap terjaga secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....