Dialog Siskamling RRI Perkuat Pencegahan Narkoba dan Kenakalan Remaja

  • 25 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Surabaya kembali menggelar program interaktif "Dialog Siskamling" dengan mengangkat tema yang krusial bagi masa depan generasi muda: “Masyarakat Peduli Kamtibmas: Bersama Cegah Narkoba dan Kenakalan Remaja”.

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang mengupas tuntas strategi pencegahan dari sudut pandang hukum, keamanan, hingga rehabilitasi sosial. Mereka adalah Ahmad Syahirul Basyir, S.Pd. (Penggerak Swadaya Masyarakat BNNP Jatim), Bripda Aufa Aurigza (Bamin Subditbintinsos Ditbinmas Polda Jatim), dan Briptu I Gusti Bagus Rama Asna (Bamin Subdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Jatim).

Dalam pemaparannya, Ahmad Syahirul Basyir dari BNNP Jatim menekankan bahwa peredaran narkoba saat ini sudah merambah ke berbagai lapisan usia, termasuk remaja. Menurutnya, pendekatan preventif yang berbasis pada kepedulian masyarakat dan ketahanan keluarga adalah kunci utama.

"Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Masyarakat melalui siskamling dan lingkungan RT/RW harus menjadi early warning system. Ketika ada gerak-gerik mencurigakan atau perubahan perilaku pada anak remaja, lingkungan harus peka," ujar Ahmad.

Ia juga menambahkan bahwa BNNP Jatim terus menggalakkan program "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba) yang mengintegrasikan peran aktif warga lokal untuk mempersempit ruang gerak bandar narkoba.

Dari sisi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Ditbinmas Polda Jatim menyoroti maraknya fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, balap liar, hingga geng motor.

Briptu I Gusti Bagus Rama Asna menjelaskan bahwa personel Bhabinkamtibmas di lapangan selalu siap berkolaborasi dengan warga untuk memetakan titik-titik rawan.Patroli Bersama: Mengaktifkan kembali pos ronda/siskamling untuk memantau jam malam remaja.

Pendekatan Humanis: Bhabinkamtibmas melakukan sambang ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda untuk memberikan edukasi hukum.

Sementara itu, Bripda Aufa Aurigza dari Subditbintinsos menambahkan pentingnya pembinaan sosial bagi para remaja yang mulai menunjukkan indikasi perilaku menyimpang.

"Kenakalan remaja sering kali dipicu oleh ruang kreasi yang minim dan salahnya pergaulan. Kami di Ditbinmas Polda Jatim mengajak para orang tua dan perangkat desa untuk merangkul mereka, bukan malah menjauhinya. Sediakan wadah positif seperti karang taruna atau kegiatan olahraga," jelas Bripda Aufa.

Di akhir dialog, ketiga narasumber sepakat bahwa esensi Siskamling di era modern harus bertransformasi. Tidak hanya menjaga keamanan dari pencurian fisik, tetapi juga menjaga lingkungan dari "penyakit masyarakat" seperti peredaran narkoba dan tawuran.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan teknologi, seperti grup WhatsApp lingkungan, untuk mempercepat koordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau Babinsa setempat jika menemukan indikasi gangguan Kamtibmas.

Melalui siaran Pro 4 RRI Surabaya ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya, dapat meningkat demi menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan bebas dari bahaya narkoba demi menyelamatkan generasi emas bangsa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....