Hujan Kembali Guyur Surabaya, Pemkot Pastikan Tak Ada Genangan Signifikan

  • 24 Jun 2026 15:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya memastikan tidak terjadi genangan signifikan saat hujan kembali mengguyur Kota Pahlawan pada Rabu dini hari. Kondisi tersebut berbeda dengan hujan pada 22-23 Juni 2026 yang sempat menyebabkan genangan di sejumlah titik.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan intensitas hujan kali ini lebih ringan dan penyebarannya merata hingga wilayah Sidoarjo dan Gresik. Kondisi tersebut membuat sistem drainase kota mampu mengalirkan air dengan baik.

“Alhamdulillah tidak terjadi seperti kemarin. Hujannya juga tidak seintens sebelumnya,” kata Eri, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, genangan yang terjadi beberapa hari lalu dipengaruhi hujan dengan intensitas tinggi yang terpusat di sejumlah kawasan serta bersamaan dengan pasang air laut. Kombinasi tersebut membuat debit air meningkat dalam waktu singkat.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menempatkan mobil pemadam kebakaran di titik rawan. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi sumbatan saluran drainase.

“Kalau ada sumbatan, kita lakukan penanganan cepat agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.

Eri mengungkapkan seluruh perangkat penanganan telah siaga sejak dini hari. Pemantauan lapangan dilakukan sejak pukul 02.00 WIB untuk memastikan kondisi kota tetap aman.

“Saya mulai berkeliling sejak pukul 02.30 WIB. Alhamdulillah tidak ada kejadian yang mengejutkan,” ungkapnya.

Selain penanganan jangka pendek, Pemerintah Kota Surabaya juga memperkuat pengendalian banjir melalui optimalisasi bozem dan penambahan area resapan air. Langkah tersebut dilakukan di tengah keterbatasan ruang terbuka akibat pesatnya pembangunan kota.

“Penanganan banjir tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga harus dirancang untuk jangka panjang. Kita tidak hanya berpikir hari ini, tetapi juga beberapa tahun ke depan,” tegasnya.

Dalam peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah kawasan yang mengalami alih fungsi lahan tanpa didukung sistem drainase memadai, termasuk area pergudangan di Romokalisari. Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya akan memanggil pengelola kawasan untuk memastikan setiap pembangunan dilengkapi saluran drainase yang memadai.

“Saya minta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan memanggil pihak terkait agar membangun saluran drainase di depan area masing-masing, seperti di Kalirungkut sehingga kawasan tersebut tidak lagi mengalami banjir,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....