PSI Soroti Fasilitas Sekolah Rusak, Minta Anggaran Perawatan Diperkuat

  • 30 Sep 2026 11:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya meminta perhatian terhadap kondisi fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah negeri dalam Pemandangan Umum Fraksi PSI atas Raperda APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2027. Mewakili Fraksi PSI, Wiliam Wirakusuma mengapresiasi sejumlah capaian Pemkot Surabaya, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Namun, capaian tersebut dinilai perlu dibarengi dengan penyelesaian persoalan fasilitas sekolah yang masih ditemukan di lapangan. "Jadi kita apresiasi segala capaian pemerintah kota soal pencapaian dari angka-angkanya. IPM-nya sudah lebih bagus, kemudian TPT-nya juga turun. Tapi di lapangan kita temukan juga bahwa ternyata masalah-masalah di lapangan juga masih ada," kata Wiliam usai Rapat Paripurna pada Selasa, 29 September 2026.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu mengungkapkan masih ada sekolah yang melakukan urunan untuk memenuhi kebutuhan sederhana. Di antaranya pembelian sapu, cikrak hingga kipas angin.

"Terutama karena saya di Komisi D, saya menemukan bahwa di sekolah itu masih ditarik urunan kas untuk beli sapu, cikrak, terus kipas angin. Padahal seharusnya itu kan bisa dipakai BOS gitu ya," ujarnya.

Selain kebutuhan peralatan, Wiliam menyoroti fasilitas sanitasi seperti toilet dan wastafel yang disebut tidak berfungsi dalam waktu lama. Laporan mengenai kondisi tersebut, menurutnya, datang dari sejumlah sekolah.

"Toilet tidak berfungsi, wastafel sudah tahunan tidak bisa dipakai, itu masih banyak di sekolah. Dan laporan itu bergulung-gulung banyak yang masuk ternyata tidak cuma satu-dua sekolah. Ada banyak sekolah yang seperti itu, apalagi yang di pinggiran-pinggiran," ungkapnya.

Wiliam juga menyebut adanya sekolah negeri dengan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan, termasuk SMP Negeri 60 Surabaya. Ia mengatakan terdapat ruang kelas di sekolah tersebut yang tidak memiliki pintu.

"Terus ada juga sekolah yang pintu kelasnya tidak ada. Jadi pintu kelasnya itu tidak ada, bolong. Itu sekolah negeri, jadi ini kan sangat miris, itu di SMP 60" kata Wiliam.

Persoalan fasilitas toilet juga disebut ditemukan di SMP Negeri 18, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 17. Kondisinya antara lain toilet dan wastafel yang tidak berfungsi serta aliran air yang tidak menyala.

"Terus ada laporan di SMP 18 itu juga toiletnya juga jelek gitu ya. Saya sempat ke SMP 3, toiletnya tidak berfungsi juga, wastafelnya tidak berfungsi. SMP 17, wastafelnya tidak berfungsi juga. Yang buat toilet cowoknya, untuk wastafelnya juga airnya tidak nyala pokoknya gitu," ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Wiliam meminta Pemkot Surabaya memperkuat perhatian terhadap anggaran pemeliharaan fasilitas sekolah dalam APBD 2027. Menurutnya, pembenahan toilet perlu diprioritaskan karena berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan siswa.

"Jadi memang perlu ada anggaran khusus mungkin untuk memperbaiki toiletnya dulu. Karena ini kan juga untuk kebersihan dan kesehatan anak-anak," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....