Pemkot Surabaya Salurkan BLT DBHCHT 2026 ke 3.850 Penerima

  • 24 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bersama PT H.M. Sampoerna Tbk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 kepada 3.850 penerima di House of Sampoerna, Kalirungkut, Selasa, 23 Juni 2026. Penerima terdiri atas 3.505 karyawan pabrik rokok dan 345 warga miskin serta rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial tahun ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan setiap penerima memperoleh bantuan Rp200 ribu per bulan selama tujuh bulan atau total Rp1,4 juta yang dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk periode Maret-Juni sebesar Rp800 ribu, sedangkan tahap kedua Juli-September sebesar Rp600 ribu.

"Alhamdulillah ada bantuan dari cukai rokok yang insya allah diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan selama tujuh bulan. Jadi satu orang menerima total Rp1,4 juta, tapi kita bagi menjadi dua tahap," kata Eri.

Menurut Eri, bantuan tersebut diberikan kepada pekerja pabrik rokok, satpam, serta warga rentan yang masuk desil satu dan dua. Program ini merupakan bentuk pemanfaatan dana cukai untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Ini bagian dari pemerintah dari cukai rokok yang diberikan kepada (warga) yang rentan, atau petugas langsung yang melinting rokok atau satpamnya yang membutuhkan dan berhak menerima. Jadi yang ada di desil satu dan desil dua," ujarnya.

Eri juga mengapresiasi PT H.M. Sampoerna Tbk yang memfasilitasi penyaluran bantuan. Ia menilai perusahaan tersebut memiliki hubungan kekeluargaan yang kuat dengan para pekerjanya.

"Mereka (karyawan) mengatakan sangat merasa kekeluargaannya kuat. Ini lah saya berharap, semua investasi yang ada di Kota Surabaya itu bisa menjaga persaudaraan, menjaga tali silaturahmi yang kuat seperti Sampoerna sehingga mereka nyaman," ucapnya.

Ia berharap BLT DBHCHT dapat membantu kebutuhan sehari-hari penerima. Meski nilainya lebih kecil dibanding tahun lalu akibat berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat, program tetap dijalankan.

"Ada penurunan (alokasi) dari cukai rokok sehingga yang tadinya kita bisa Rp250 hingga Rp300 ribu kita hanya bisa memberikan Rp200 ribu. Jadi ini saya sampaikan kalau nilainya turun dari tahun kemarin karena ada pengurangan, bukan berarti tidak bisa dijalankan tapi tetap kita jalankan," katanya.

Eri menegaskan dukungan dunia usaha tetap menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, BLT hanya menjadi penunjang tambahan bagi warga.

"Ini lah saya butuh support dari teman-teman swasta dan investasi yang ada di Surabaya, salah satunya PT H.M. Sampoerna Tbk. Ketika PT H.M. Sampoerna Tbk membuka lowongan pekerjaan maka memberikan penghasilan bagi warga Surabaya, sehingga BLT ini hanya sebagai penunjang saja, tapi intinya ada di gaji di Sampoerna," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan penerima BLT DBHCHT tahun 2026 berjumlah 3.850 orang. Rinciannya 3.505 karyawan pabrik rokok dan 345 warga miskin serta rentan miskin.

"Program BLT ini bersumber dari DBHCHT tahun 2026, penerimanya sebanyak 3.850 orang. Rinciannya, sebanyak 3.505 karyawan pabrik, dan dari masyarakat miskin dan rentan miskin sebanyak 345 orang sehingga totalnya 3.850," kata Antiek.

Ia menambahkan pencairan tahap pertama sebesar Rp800 ribu diberikan untuk empat bulan. Sedangkan tahap kedua sebesar Rp600 ribu akan disalurkan untuk periode Juli-September 2026.

"Nah, tahap satu diberikan empat bulan yaitu Maret-Juni sehingga diterima hari ini Rp800 ribu. Dan akan diterimakan di tahap kedua itu Juli-September sebanyak Rp600 ribu," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....