DJKA Pastikan Proyek SRRL Berjalan Sesuai Rencana, DED Ditarget Rampung Awal 2027

  • 22 Jun 2026 21:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) tetap berjalan sesuai rencana. Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi antara perusahaan konsultan Jepang Chodai, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, dan PT KAI Daop 8 Surabaya.

Rapat tersebut membahas perkembangan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang saat ini tengah dikerjakan Chodai. Sejumlah aspek yang dibahas meliputi perencanaan infrastruktur, pengembangan jalur, peningkatan keselamatan perlintasan sebidang, hingga rekomendasi teknis pembangunan.

Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA, Denny Michels Adlan, mengatakan penyusunan DED ditargetkan selesai pada awal 2027. Setelah itu, proyek dapat memasuki tahap tender konstruksi. "Langkah ini sangat penting mengingat pembangunan SRRL akan menghadapi banyak hambatan yang perlu segera dipetakan. Khususnya pada area depo yang rencananya akan dibangun di Sidotopo dan rekayasa lalu lintas berikut peningkatan keselamatannya," kata Denny.

Menurutnya, pembangunan SRRL membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Koordinasi lintas instansi diperlukan untuk mengantisipasi dampak sosial yang mungkin muncul selama proses pembangunan.

"Manakala nantinya dibutuhkan keterlibatan pemerintah dalam penanganan dampak sosial, nanti kita diskusikan lebih lanjut dengan mengundang baik pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya," ujarnya.

Denny menjelaskan, pada pembangunan SRRL Fase I-B terdapat potensi warga terdampak yang cukup besar. Karena itu, berbagai solusi harus dihitung secara matang bersama seluruh pemangku kepentingan.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah penyesuaian infrastruktur yang akan dilakukan. Beberapa jembatan kereta api, jalur rel, dan stasiun diperkirakan akan mengalami perubahan untuk mendukung proyek SRRL.

Menurut Denny, seluruh pekerjaan harus dirancang agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api yang sedang berjalan. Kajian teknis juga mencakup dampak lalu lintas di sejumlah titik strategis.

"Contoh di JPL Jalan Jagir Wonokromo, kita harus hitung potensi kemacetan akibat headway kereta nantinya dan ini dapat kita teruskan ke Pemkot Surabaya untuk dijadikan dasar pembangunan ke depan," katanya.

Ia menambahkan, proyek SRRL juga perlu diintegrasikan dengan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Di antaranya Flyover Taman Pelangi dan Flyover Gedangan yang direncanakan mendukung konektivitas kawasan.

Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menyambut positif pengembangan SRRL. Menurutnya, proyek tersebut akan memperkuat layanan transportasi massal berbasis rel di kawasan Surabaya dan sekitarnya.

"Kami siap membantu apa yang diperlukan," ujar Daniel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....