Pakar Soroti Tiga Pilar Sistem Kelistrikan
- 22 Jun 2026 19:24 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pentingnya menjaga keandalan tiga pilar utama sistem kelistrikan.
- Ketua Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik ITS menegaskan ketahanan energi nasional perlu diperkuat melalui diversifikasi sumber energi.
- berbagai sumber energi terbarukan, mulai dari panas bumi (geothermal), tenaga air (hydro), biomassa, hingga biogas. Potensi tersebut dapat menjadi penopang pasokan energi nasional.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pentingnya menjaga keandalan tiga pilar utama sistem kelistrikan, yakni pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi, serta pasokan energi primer. Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara optimal untuk menjamin pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat.
Ketua Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amran Hakim Nasution saat menjadi narasumber Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Senin 22 Juni 2026 mengatakan gangguan pada salah satu komponen tersebut dapat memengaruhi stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan hingga berpotensi menyebabkan pemadaman listrik.
"Sistem kelistrikan itu bergantung pada tiga hal, yaitu pembangkit, jaringan, dan pasokan energi. Kalau salah satu terganggu, maka sistem juga akan terganggu. Karena itu ketiganya harus dijaga keandalannya," kata Amran.
Menurutnya, pembangkit berfungsi menghasilkan energi listrik yang dibutuhkan masyarakat, sementara jaringan transmisi dan distribusi berperan menyalurkan listrik dari pembangkit hingga ke pelanggan. Di sisi lain, pasokan energi primer menjadi faktor penting yang menentukan keberlangsungan operasional pembangkit.
Karena itu, evaluasi terhadap kinerja ketiga sektor tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut Amran, apabila indikator kinerja pada salah satu pilar tidak berjalan optimal, maka risiko gangguan pasokan listrik akan meningkat.
"Kalau indikator kinerja dari ketiga aspek itu tidak baik, tentu harus ada upaya perbaikan. Sebab sistem kelistrikan hanya akan andal jika pembangkitnya siap, jaringannya kuat, dan pasokan energinya terjamin," ujarnya.
Ia menilai ketahanan energi nasional perlu diperkuat melalui diversifikasi sumber energi. Selama ini, pembangkitan listrik nasional masih didominasi energi fosil, terutama batu bara. Kondisi tersebut membuat ketersediaan pasokan energi primer menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Untuk itu, Amran mendorong pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi tertentu.
"Kalau terus bergantung pada satu sumber energi, tentu ada risiko ketika pasokan atau distribusinya mengalami kendala. Karena itu energi terbarukan perlu terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.
Menurut Amran, Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai sumber energi terbarukan, mulai dari panas bumi (geothermal), tenaga air (hydro), biomassa, hingga biogas. Potensi tersebut dapat menjadi penopang pasokan energi nasional apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
"Geotermal sangat potensial, begitu juga tenaga air. Biomassa dan biogas yang pernah dikembangkan juga perlu terus diperkuat karena bisa menjadi bagian dari solusi ketahanan energi kita," ujarnya.
Selain pemerintah dan pelaku industri, Amran menilai masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai pengguna energi, tetapi juga dapat berperan sebagai produsen energi dalam skala rumah tangga maupun komunitas.
Pemanfaatan sampah organik menjadi biogas, pengolahan limbah menjadi energi, hingga pemasangan panel surya atap merupakan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk mendukung kemandirian energi sekaligus mengurangi beban sistem kelistrikan nasional.
"Ke depan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen energi. Dengan teknologi yang tersedia saat ini, masyarakat juga bisa menjadi produsen energi dan ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi nasional," kata Amran.
Ia berharap pemerintah terus memperkuat investasi pada sektor pembangkitan, meningkatkan keandalan jaringan listrik, serta mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan. Dengan demikian, tiga pilar utama sistem kelistrikan dapat berjalan lebih optimal dan risiko gangguan pasokan listrik di masa mendatang dapat diminimalkan.
"Kalau pembangkitnya andal, jaringannya kuat, dan pasokan energinya terjamin, maka sistem kelistrikan akan lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ke depan," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....