Pemprov Jatim Sediakan Kuota 62.000 Beasiswa Perguruan Tinggi Swasta

  • 22 Jun 2026 14:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyediakan kuota 62.000 beasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Program ini sebagai upaya memperluas akses Pendidikan tinggi berkualitas dan menguatkan ekosistem SDM Jatim.

Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh (Kakak Tangguh). Merupakan program kolaborasi antara Pemprov Jatim dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.

"Terima kasih kepada Ibu Ketua LLDIKTI yang telah mengkoordinasikan semua perguruan tinggi swasta, dan kemudian menyiapkan beasiswa untuk anak-anak Jawa Timur tahun ini total 62.000 beasiswa dari perguruan tinggi swasta, ini luar biasa," ujarnya.

Gubernur Khofifah menuturkan, banyak generasi muda yang memiliki kecerdasan, semangat, dan potensi besar, namun terkendala oleh keterbatasan ekonomi keluarga. Menurutnya kondisi ini tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mendapatkan akses pendidikan.

"Pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan mobilitas sosial, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi," katanya.

Khofifah menyampaikan keterbatasan akses pendidikan bagi generasi muda Jatim menjadi tantangan tersendiri di tengah berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Jatim. Oleh sebab itu, Khofifah menyebut kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas menjadi tugas dan tanggung jawab bersama.

"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana memastikan setiap anak-anak Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas," tuturnya.

Gubernur Khofifah mengajak seluruh perguruan tinggi untuk bersama-sama membangun ekosistem pengabdian yang nyata, terukur, dan akuntabel. Ia menyebut program ini mengubah mahasiswa penerima beasiswa dari sekadar penerima manfaat menjadi mahasiswa berdampak yang turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.

"Mahasiswa tidak lagi hanya hadir sebagai pembelajar di ruang kuliah, tetapi juga sebagai pendamping, mentor, inspirator, dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat," ujarnya.

Karenanya, Ia mengajak seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta, pusat inovasi, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....