Hidup Bersama Al Qur'an

  • 17 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Didalam kajiannya di Masjid Yayasan Pesantren K.H.Bahaudin Mudhary Sumenep, Ustaz Rahman Arifin, ST (Wakil Pimpinan Muhammadiyah Kota Sumenep), membahas tentang Hidup Bersama Al Qur'an, dengan berbagai motivasi dan niat. Ada yang berniat mendapatkan pahala berlipat ganda, ada yang ingin hidupnya tenang, ada yang ingin membagi waktunya dengan Al Qur'an.

Dan semua pasti setuju, bahwa kita bersama-sama ingin menjadi hamba yang bertakwa. Karena orang beriman dan dekat dengan Al Qur'an, pasti akan diuji. Seperti yang Allah SWT, firman kan dalam Al Qur'an : "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan, 'Kami beriman' dan mereka tidak diuji" (Al Ankabut ayat 2).

Al Qur'an hadir ke bumi bukan dalam satu bentuk buku paket yang siap dibaca dan dipelajari. Al Qur'an hadir di bumi dengan proses dahsyat yang penuh dengan penderitaan dan perjuangan.

Ada kejadian yang memilukan yang membuat hati Rasulullah SAW menahan sedih, ada juga yang sebaliknya yang membuat beliau hatinya tersenyum bahagia. Begitupun kita, adakalanya kita merasa sedih walaupun kita sudah merasa dekat dengan Al Qur'an, dan juga sebaliknya hati merasa bahagia saat membaca suatu ayat dalam Al Qur'an.

"Dan Kami turunkan dari Al Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan nikmat bagi orang beriman (Al Isra ayat 82). Al Qur'an diturunkan untuk manusia yang hidupnya selalu mudah," katanya.

Sejarah mencatat bahwa Al Qur'an hadir ditengah suasana kepungan kedengkian hinaan dan ancaman orang kafir, beberapa kali peperangan, siksaan serta suasana ketidak pastian yang membuat jantung Rasulullah SAW dan para pengikutnya berdebar-debar. Mengaji Al Qur'an bukan kendaraan duniawi yang menunjukkan kepada manusia bahwa kita termasuk orang yang sholeh, yang telah banyak beramal dan berbuat baik, kepada manusia kemudian di viral kan.

Bukan pula kendaraan untuk menjadi ladang pencitraan dihadapan Alloh SWT dan para Malaikat-Nya. Mengaji Al Qur'an adalah kendaraan hati yang hadir dalam kesadaran mewarnai setiap sudut kehidupan kita, baik di rumah, di tempat kerja, dihadapan keluarga, kerabat dan teman dan masyarakat tanpa mereka mampu melihat kehadiran Nya, namun kita merasakan kelembutan serta nikmat sebagai akibat mengaji Al Qur'an, pungkasnya

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....