Empat Langkah Menyambut Tahun Baru 1448 Hijriah

  • 15 Jun 2026 11:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang berakhirnya Tahun 1447 Hijriah dan memasuki Tahun Baru 1448 Hijriah, umat Islam diajak menjadikan pergantian tahun sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ajakan tersebut disampaikan Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustazah Haniah dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya, Senin 15 Juni 2026.

Menurut Ustazah Haniah, perjalanan waktu berlangsung begitu cepat. Detik berganti menit, menit berganti jam, lalu hari, minggu, bulan hingga tahun berlalu tanpa terasa. Karena itu, setiap muslim perlu merenungkan sejauh mana waktu yang telah diberikan Allah SWT dimanfaatkan untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

"Kita tidak terasa sudah berada di penghujung Tahun 1447 Hijriah dan akan memasuki Tahun 1448 Hijriah. Ini saat yang tepat untuk melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan apa yang harus diperbaiki pada tahun mendatang," ujarnya.

Dalam tausiyah bertema Langkah Terindah Menuju Tahun Baru Hijriah, Ustazah Haniah menjelaskan terdapat empat langkah yang dapat dilakukan umat Islam agar pergantian tahun menjadi momentum perubahan menuju kebaikan.

Langkah pertama adalah muhasabah atau evaluasi diri. Menurutnya, muhasabah penting dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan yang masih ada sehingga dapat diperbaiki pada masa mendatang.

Ia merujuk firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."

"Dengan muhasabah, kita bisa menilai apakah ibadah kita semakin baik, apakah hubungan kita dengan sesama semakin baik, dan apakah waktu yang diberikan Allah sudah kita manfaatkan dengan benar," katanya.

Langkah kedua adalah memperbanyak istigfar dan taubat. Ustazah Haniah mengingatkan bahwa setiap manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Karena itu, setiap muslim harus senantiasa memohon ampun dan kembali kepada Allah SWT ketika melakukan kekhilafan.

Ia mengutip kandungan Surah Ali Imran ayat 135 yang menjelaskan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang segera mengingat Allah dan memohon ampunan ketika melakukan kesalahan. Menurutnya, hal tersebut juga sejalan dengan hadis Rasulullah SAW, "Setiap anak Adam pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat" (HR Tirmidzi).

"Sebagai manusia kita pasti pernah melakukan kesalahan. Yang terbaik adalah mereka yang segera menyadari kekeliruannya, memohon ampun kepada Allah dan berusaha tidak mengulanginya kembali," ujarnya.

Langkah ketiga adalah memperbanyak doa. Menurutnya, doa merupakan bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus sarana memohon pertolongan dalam menjalani kehidupan.

Melalui doa, kata dia, seorang muslim akan semakin dekat dengan Allah SWT dan menyadari bahwa segala keberhasilan maupun kemudahan yang diperoleh berasal dari pertolongan-Nya. Adapun langkah keempat adalah berlomba-lomba dalam kebaikan.

Haniah mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 148 yang berbunyi, "Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan." Ia mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai semangat baru untuk meningkatkan ibadah wajib maupun sunnah, memperbanyak sedekah, membantu sesama, serta menghidupkan amalan-amalan di bulan Muharam, termasuk amalan pada Hari Asyura.

"Di mana pun kita berada, mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Tahun baru Hijriah harus menjadi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama," ucapnya.

Ustazah Haniah berharap Tahun Baru 1448 Hijriah menjadi titik awal bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta memanfaatkan waktu yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....