Waspada Tanda Hati yang Mati dalam Diri

  • 13 Jun 2026 04:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kondisi paling berbahaya yang bisa menimpa seorang mukmin di dunia adalah mengalami mati hati. Hal ini bukan berarti jantungnya berhenti berdetak, melainkan hilangnya cahaya iman dan kepercayaan di hadapan Allah SWT.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wonokromo Kemenag Kota Surabaya, Ustazah Nida Dwi Rohmawati, menyampaikan hal itu dalam program Cahaya Pagi. Melalui sambungan telepon pada Jumat, 12 Juni 2026, ia menegaskan pentingnya menjaga pusat kendali perilaku manusia tersebut.

"Ingatlah bahwa dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini, jika rusak maka rusak pula seluruh daging tersebut," ujar Ustazah Nida mengutip hadis riwayat Al-Bukhari.

Ia menjelaskan salah satu tanda fatal dari hati yang mati adalah tidak adanya penyesalan spiritual setelah melakukan perbuatan dosa. Bahkan, sebagian orang justru merasa bangga dan menceritakan kemaksiatan yang telah dilakukannya kepada orang lain.

Tanda berikutnya yang perlu diwaspadai adalah hilangnya rasa sedih atau rugi saat kehilangan waktu untuk beribadah. Mereka yang hatinya membatu akan menganggap biasa saja ketika melewatkan salat berjamaah, tahajud, maupun amalan sunnah.

Selain itu, pemilik hati yang mati cenderung memiliki kecintaan yang sangat berlebih terhadap kehidupan duniawi. Mereka akan merasa sangat cemas kehilangan harta benda, namun tetap tenang saat pahala akhiratnya mulai tergerus.

Menurut Ustazah Nida, kondisi ini berbeda dengan hati yang sakit karena masih memiliki iman dan mengalami pergulatan batin. Hati yang mati telah kehilangan tali spiritual dan berpaling total dari segala bentuk kebenaran agama.

Meski demikian, ia menekankan bahwa hati yang telah mati atau membatu masih bisa disembuhkan sebelum ajal menjemput. Proses penyembuhan tersebut dapat ditempuh melalui metode tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa secara konsisten.

Langkah utama untuk menghidupkan kembali hati adalah dengan memperbanyak istighfar guna mengikis noda hitam akibat dosa. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan membaca Al-Quran, berzikir, mengingat kematian, serta berkumpul dengan orang saleh.

"Mari kita selalu memeriksa kondisi hati kita masing-masing. Jangan sampai kita menjadi bangkai yang berjalan di dunia," ucapnya di akhir siaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....