Penguatan Kapasitas Relawan Jadi Fokus Utama Banser Surabaya
- 09 Jun 2026 21:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penguatan kapasitas relawan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Surabaya. Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Zazuli, S.Sos, M.M selaku Kasetma Banser Surabaya, saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Kentongan (09/06/2026) yang menegaskan bahwa relawan merupakan ujung tombak dalam upaya penanggulangan bencana di lapangan.
Menurut Ahmad Zazuli, peran BANSAR pada dasarnya tidak berbeda dengan relawan kebencanaan pada umumnya, yakni membantu proses penanganan darurat, evakuasi korban, hingga mendukung upaya pemulihan pascabencana. Namun demikian, Banser memiliki sejumlah divisi khusus yang dibentuk sesuai kebutuhan dan karakteristik risiko bencana yang ada.
"Banser memiliki beberapa divisi yang fokus pada bidang masing-masing. Ada Banser Kebakaran yang menangani kejadian kebakaran, Banser Tanggap Bencana yang fokus pada penanggulangan bencana, kemudian Banser Husada yang bergerak di bidang kesehatan dan medis. Selain itu juga terdapat Baritim yang memiliki fokus pada penanganan di wilayah perairan dan kelautan," ujar Ahmad Zazuli.
Ia menjelaskan, seluruh relawan Banser dibekali kemampuan dasar dalam penanganan kebencanaan, termasuk teknik evakuasi korban saat terjadi situasi darurat. Bekal tersebut diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan dasar yang diselenggarakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
"Banser tidak berjalan sendiri. Pendidikan dasar yang diterima anggota merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti SRPB maupun BPBD. Tujuannya agar relawan memiliki standar kemampuan yang memadai ketika diterjunkan di lapangan,"ucapnya.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Banser Surabaya juga tengah mempersiapkan pelatihan Vertical Rescue yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni hingga Juli mendatang. Pelatihan tersebut akan didampingi oleh instruktur profesional yang memiliki kompetensi di bidang penyelamatan vertikal dan penanganan situasi darurat berisiko tinggi.
Pelatihan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, termasuk kejadian-kejadian tidak terduga yang membutuhkan kemampuan teknis khusus. Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah insiden di Surabaya Barat beberapa waktu lalu, ketika seorang petugas pembersih kaca gedung meninggal dunia akibat tidak dapat dievakuasi saat terjadi angin kencang di ketinggian.
"Peristiwa tersebut menjadi salah satu evaluasi bagi kami bahwa kemampuan vertical rescue sangat dibutuhkan. Tidak semua kondisi darurat bisa ditangani dengan metode evakuasi biasa, sehingga relawan perlu dibekali kemampuan tambahan agar mampu merespons kejadian serupa secara cepat dan tepat," ucapnya.
Setelah pelatihan Vertical Rescue selesai dilaksanakan, Banser Surabaya berencana menggelar latihan gabungan sebagai bentuk penguatan koordinasi antar unsur kebencanaan. Kegiatan tersebut akan melibatkan BANSAR tingkat nasional serta berbagai lembaga dan organisasi relawan lainnya.
Latihan gabungan itu nantinya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Banser dengan para pemangku kepentingan kebencanaan, seperti SRPB, BPBD, hingga Basarnas. Dengan meningkatnya kapasitas dan kolaborasi antar relawan, kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana di Surabaya dan sekitarnya diharapkan semakin optimal.
Melalui berbagai program peningkatan kompetensi tersebut, Banser Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan relawan yang tangguh, profesional, dan siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun keadaan darurat lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....