Gubernur Khofifah Pastikan Pemadaman Karhutla Bromo Terus Dioptimalkan
- 08 Agt 2026 12:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Probolonggo - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman melalui operasi darat dan udara berjalan optimal.
Khofifah mengatakan penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, relawan pecinta hutan dan gunung, hingga masyarakat sekitar. Seluruh personel dikerahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api semakin meluas.
“Terima kasih relawannya banyak sekali, Manggala Agni, relawan pecinta hutan, pecinta gunung di sekitaran Bromo semua punya peran yang luar biasa. TNI/Polri juga mengerahkan pasukannya, support mereka mudah-mudahan mempercepat semua proses recovery," ujarnya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Berdasarkan data hingga Jumat pagi, kebakaran telah menghanguskan sekitar 176 hektare lahan di kawasan Gunung Bromo. Api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8) dengan luas sekitar 7,9 hektare, kemudian meluas menjadi sekitar 44 hektare sebelum mencapai 176 hektare.
Untuk memperkuat pemadaman, Pemprov Jawa Timur sejak hari kedua berkoordinasi dengan BNPB guna mendapatkan dukungan helikopter water bombing berkapasitas 1.000 liter. Helikopter bantuan dari Kalimantan Tengah tiba pada Jumat (7/8) dan langsung digunakan dalam operasi pemadaman.
“Sejak hari kedua saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui dukungan helikopter water bombing. Alhamdulillah mulai hari Jumat helikopter dari Kalimantan Tengah sudah tiba dan mulai mendukung proses pemadaman,” lanjutnya.
Selain helikopter, tim juga mengoperasikan drone water bombing berkapasitas sekitar 100 hingga 150 liter setiap penerbangan. Drone tersebut digunakan untuk membantu pemadaman di medan yang sulit dijangkau sekaligus memantau persebaran titik api agar strategi pemadaman dapat disesuaikan.
Khofifah menyebut operasi water bombing masih dipengaruhi kondisi cuaca, terutama kecepatan angin yang dapat membatasi operasional helikopter. Karena itu, pelaksanaan pemadaman melalui udara harus menyesuaikan kondisi demi keselamatan penerbangan.
“Hari ini akan datang lagi heli perbantuan dari BNPB. Kalau ada dua armada heli water bombing, semoga anginnya bisa landai sehingga dua heli bisa memaksimalkan melakukan water bombing dan pemadaman hari ini, Sabtu (8/8),” katanya.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja mengatakan dugaan awal kebakaran kemungkinan dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. “Kalau dari dugaan ada kemungkinan itu faktor manusia jadi bukan faktor alam, karena jalur di atas awal api itu ada di puncak tebing,” kata Rudijanta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....