Muhammadiyah dan FKPT Jatim Perkuat Komitmen Kebangsaan Sahabat Deradikalisasi

  • 05 Jun 2026 11:06 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur dan Sahabat Deradikalisasi gelar dialog kebangsaan
  • Ketua LDK PWM Jawa Timur, Ahmad Tholhah, mengatakan keragaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.
  • Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menilai dialog menjadi sarana penting dalam membangun perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
  • Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Sholihin Fanani. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara melalui konsep Darul Ahdi wa Syahadah, yakni negara hasil kesepakatan bersama

RRI CO.ID, Surabaya - Semangat menjaga persatuan dan memperkuat wawasan kebangsaan menjadi pesan utama dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur dan Sahabat Deradikalisasi. Kegiatan yang berlangsung di Kantor PWM Jawa Timur, Kamis, 4 Juni 2026, itu diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang.

Ketua LDK PWM Jawa Timur, Ahmad Tholhah, mengatakan keragaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah hadir untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kehidupan masyarakat yang damai.

"Keragaman bangsa harus menjadi kekuatan untuk menumbuhkan persaudaraan, bukan permusuhan. Karena itu, dakwah Muhammadiyah berupaya menghadirkan pencerahan yang memperkuat ukhuwah dan kebersamaan," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Juni 2026.

Tholhah menambahkan, sinergi program antara LDK PWM Jatim dan FKPT Jatim diharapkan tidak berhenti pada forum dialog semata. Ia berharap kerja sama tersebut dapat membuka ruang pemberdayaan, penguatan spiritual, serta peningkatan kesejahteraan bagi Sahabat Deradikalisasi yang selama ini turut berproses dalam kegiatan dakwah komunitas.

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Timur, Husniyatus Salamah Zainiyati, menilai dialog menjadi sarana penting dalam membangun perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, kedamaian harus terus diperjuangkan melalui komunikasi dan saling pengertian.

"Indonesia adalah bangsa yang plural. Karena itu, dialog menjadi media untuk memperkuat kehidupan yang damai, aman, rukun, dan sejahtera," kata perempuan yang akrab disapa Prof Titik tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Sholihin Fanani. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara melalui konsep Darul Ahdi wa Syahadah, yakni negara hasil kesepakatan bersama yang harus dijaga dan diisi dengan kontribusi positif seluruh warga negara.

"Umat Islam diharapkan aktif berkontribusi mengisi kemerdekaan dan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat," ujarnya.

Sebelum sesi dialog dimulai, FKPT Jawa Timur menyerahkan bantuan secara simbolis dari BAZNAS RI kepada perwakilan Sahabat Deradikalisasi. Bantuan tersebut diberikan kepada lebih dari 30 anggota komunitas yang berdomisili di Surabaya dan Sidoarjo sebagai bentuk dukungan terhadap proses reintegrasi sosial mereka.

Pada sesi dialog, Kepala Bidang Penelitian dan Pengkajian FKPT Jawa Timur, Muhammad Arifin, mengajak peserta untuk memahami keragaman sebagai anugerah bangsa. Ia menekankan pentingnya semangat Bhinneka Tunggal Ika yang sejalan dengan nilai Islam tentang saling mengenal dan menghargai perbedaan.

"Keragaman hadir untuk saling mengenal dan bekerja sama dalam kebaikan, bukan untuk saling memusuhi. Karena itu, Pancasila harus menjadi pegangan bersama dalam merawat Indonesia," ucapnya.

Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta. Salah satunya terkait cara membedakan informasi yang benar dan provokasi di tengah derasnya arus informasi media sosial. Menanggapi hal tersebut, Prof Titik menegaskan pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Setiap informasi perlu dicek kebenarannya sebelum dibagikan. Masyarakat juga harus waspada terhadap narasi yang cenderung provokatif dan berpotensi memecah belah persatuan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara FKPT Jawa Timur, Mutimmatul Faidah, menilai keragaman budaya dan kearifan lokal menjadi kekuatan penting dalam menjaga persaudaraan bangsa. Menurutnya, praktik keberagamaan di Indonesia menunjukkan wajah Islam yang damai dan toleran.

Acara ditutup dengan diskusi terbuka serta menyanyikan lagu "Syukur" yang diikuti seluruh peserta. Ahmad Tholhah berharap dialog kebangsaan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk terus menghargai perbedaan dan memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Perbedaan adalah sunatullah. Jika mampu dikelola dengan baik, perbedaan justru akan menjadi kekuatan besar bagi bangsa Indonesia," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....