Mengenal Sadfishing, saat Kesedihan Jadi Konten di Media Sosial

  • 05 Jun 2026 06:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi momen bahagia, tetapi juga ruang bagi sebagian orang untuk membagikan kesedihan dan persoalan pribadi. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena yang dikenal sebagai sadfishing, yakni perilaku mengunggah konten bernuansa emosional untuk menarik perhatian atau simpati dari pengguna lain.

Istilah sadfishing pertama kali populer pada 2019 dan kini kerap dikaitkan dengan aktivitas sejumlah influencer, selebritas, hingga kreator konten digital yang membagikan masalah pribadi secara terbuka di media sosial.

Menurut psikolog Mark Travers dalam artikelnya yang dimuat Psychology Today, sadfishing berbeda dengan upaya mencari dukungan secara tulus. Fenomena ini mengarah pada tindakan melebih-lebihkan atau mempertontonkan kesedihan demi memperoleh perhatian dan validasi dari audiens di dunia maya.

"Sadfishing merujuk pada tindakan melebih-lebihkan atau memalsukan masalah emosional untuk mendapatkan perhatian dan simpati," tulis Travers dalam ulasannya.

Fenomena tersebut semakin mudah ditemukan di berbagai platform media sosial. Tidak sedikit pengguna yang mengunggah video menangis, menceritakan konflik pribadi, atau membagikan pengalaman emosional yang kemudian mendapat respons luas dari warganet.

Para ahli menilai perilaku tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebutuhan akan dukungan sosial, rasa kesepian, hingga keinginan memperoleh pengakuan dari lingkungan digital. Namun, batas antara mencari bantuan secara tulus dan mencari perhatian sering kali tidak mudah dibedakan.

Di sisi lain, keterbukaan mengenai masalah pribadi di media sosial juga memiliki sisi positif karena dapat membantu sebagian orang merasa didengar dan mengurangi stigma terhadap isu kesehatan mental. Meski demikian, pengguna media sosial tetap diingatkan untuk bijak dalam membagikan informasi pribadi serta kritis dalam menyikapi unggahan bernuansa emosional.

Fenomena sadfishing menjadi pengingat bahwa media sosial bukan hanya sarana berbagi informasi, tetapi juga ruang yang dapat memengaruhi cara seseorang mengekspresikan emosi dan membangun hubungan dengan orang lain di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....