Meniti Berkah lewat Ilmu yang Bermanfaat

  • 04 Jun 2026 08:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, namun esensi utama dari ilmu itu sendiri adalah bagaimana ia dapat memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Topik mendalam inilah yang mengudara dalam program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya edisi Kamis, 4 Juni 2026 bersama narasumber Ustadz Achmad Rifa'i Sugeharto, S.Pd., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Dukuh Pakis, Kemenag Kota Surabaya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Achmad Rifa'i menekankan bahwa ilmu yang bermanfaat (ilm al-nafi') adalah salah satu investasi terbaik seorang hamba yang pahalanya tidak akan pernah terputus, bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Dari Hadits Riwayat Ibnu Majah (No. 925): "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik (halal), dan amal yang diterima."

"Ilmu yang bermanfaat bukan sekadar seberapa banyak teori yang kita hafal atau gelar yang kita punya, melainkan sejauh mana ilmu tersebut membawa kita semakin dekat kepada Sang Pencipta dan mendatangkan maslahat bagi sesama manusia," ujar Ustadz Achmad Rifa'i di studio Pro 4 RRI Surabaya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan beberapa indikator utama yang menunjukkan bahwa ilmu seseorang telah menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat.

Pertama, ilmu yang benar akan menumbuhkan rasa takut dan tunduk kepada Allah. Ilmu tersebut membuahkan ketundukan hati (khosyah) serta mendorong pemiliknya untuk semakin taat dalam beribadah.

Kedua, ilmu akan melahirkan akhlak yang mulia. Seseorang yang mengamalkan ilmunya akan mencerminkannya melalui sikap, tutur kata, serta kemampuannya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Ketiga, ilmu yang berkah tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada orang lain sehingga mampu membawa perubahan positif.

Beliau juga mengingatkan warga Kota Pahlawan, khususnya para pendengar setia Pro 4, agar selalu selektif dalam menyerap informasi di era digital. Selain itu, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu.

Menurutnya, niat yang ikhlas karena Allah menjadi kunci utama agar ilmu yang dipelajari tidak menjadi sia-sia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....