Program Warrior Cara Pemkot Surabaya Edukasi Warga Kelola Sampah
- 03 Jun 2026 15:25 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bersama organisasi lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) terus menguatkan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui Program Warrior.
- Pada Program Halo RRI di Pro 1 RRI Surabaya, Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan pembersihan maupun pengangkutan sampah.
- Berdasarkan pemantauan di kawasan Kali Tebu, volume sampah yang diangkat dari sungai mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 ton per hari.
RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bersama organisasi lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) terus menguatkan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui Program Warrior. Program edukasi lingkungan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap dampak pencemaran sungai sekaligus mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
Saat di hubungi pada Program Halo RRI di Pro 1 RRI Surabaya, Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan pembersihan maupun pengangkutan sampah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi timbulan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Di Sungai Kali Tebu saat ini ada Program Warrior bersama teman-teman Ecoton. Tujuannya agar warga mengetahui bahwa sampah yang dibuang ke sungai jumlahnya sangat besar. Selain menimbulkan pencemaran dan bau, sampah tersebut juga membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit untuk dibersihkan," kata Wasis saat memberikan pernyataannya, di Program Halo RRI, Rabu, 3 Juni 2026.
Melalui program tersebut, masyarakat diajak melihat secara langsung sampah yang diangkat dari sungai sehingga dapat memahami dampak pencemaran yang ditimbulkan akibat pembuangan sampah sembarangan. Edukasi berbasis pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.
Berdasarkan pemantauan di kawasan Kali Tebu, volume sampah yang diangkat dari sungai mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 ton per hari. Data tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan sampah sungai masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Wasis menjelaskan, Program Warrior tidak hanya berfokus pada kebersihan sungai, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah awal pengurangan sampah. "Yang terus kami galakkan adalah pengolahan sampah dari hulu. Sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi, sedangkan sampah organik bisa diolah melalui komposter, biopori, ecoenzim maupun maggot," ujarnya.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari rumah dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang tepat juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan daur ulang dan bank sampah.
Wasis menambahkan, kolaborasi antara DLH Surabaya dan Ecoton melalui Program Warrior diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai serta mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sebagai penutup, DLH Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga serta memanfaatkan berbagai metode pengolahan sampah yang ramah lingkungan.
Melalui Program Warrior, warga diharapkan tidak hanya memahami dampak pencemaran sungai, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....