AMPHURI Optimis Indonesia dapat Meraih Penghargaan “Labbaytum Award” Kedepannya
- 31 Mei 2026 15:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menghadiri Khitaamuhu Misk yang digelar di gedung Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Mekkah, pada Jumat, 29 Mei 2026 malam. Sebuah event tahunan sebagai forum evaluasi penyelenggaraan haji, sekaligus penganugerahan Labbaytum Award kepada negara-negara dengan kinerja pelayanan jamaah terbaik dunia.
“Acara ini menjadi forum prestisius yang mengevaluasi kualitas pelayanan jamaah dari berbagai negara berdasarkan indikator kepatuhan regulasi, kualitas layanan, kepuasan jamaah, kesehatan, ketepatan administrasi visa, dan inovasi pelayanan,” ucap Sekretaris Jenderal AMPHURI, Zaky Zakariya Anshary melalui rilisnya kepada RRI Minggu 31 Mei 2026.
Menurut Zaky, penghargaan tertinggi Labbaytum Award diberikan kepada sejumlah negara yang dinilai berhasil menghadirkan pelayanan terbaik bagi jamaahnya. Dirinya juga menyampaikan, Indonesia patut mengapresiasi capaian negara-negara tersebut sebagai pembelajaran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan jamaah Indonesia.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi cerminan kualitas tata kelola pelayanan jamaah secara menyeluruh. Insya Allah Indonesia dapat meraih penghargaan serupa di masa mendatang apabila seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya pada aspek kesehatan jamaah, kepatuhan sistem, dan kepuasan jamaah,” ucapnya.
Di antara negara yang menerima penghargaan tertinggi dalam pelaksanaan haji untuk Diamond Awarddiraih oleh Irak, Malaysia dan Ethiopia. Gold Award diberikan kepada Turki, Djibouti dan Komoro. Untuk Silver Award diraih oleh Maroko, Oman, dan Mesir. Sementara untuk Bronze Awarddiberikan kepada Tunisia, Aljazair dan Singapura.
Bagi Indonesia, salah satu tantangan yang masih perlu diperbaiki adalah tingginya angka jamaah berisiko tinggi (risti), lansia, dan kasus kesehatan selama operasional haji sehingga perlu adanya kolaborasi dan integritas yang lebih kuat untuk pelaksanaan haji yang optimal. “Ke depan diperlukan integrasi yang lebih kuat antara istithaah kesehatan, pelayanan medis, dan edukasi jamaah sejak sebelum keberangkatan, agar resiko-resiko yang dapat mungkin terjadi bisa di antisipasi bersama,” ujarnya.
AMPHURI menilai penghargaan ini dapat menjadi benchmark internasional bagi seluruh negara pengirim jamaah untuk terus meningkatkan standar pelayanan sesuai visi Saudi dalam mewujudkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan berkualitas. Zaky menambahkan pada tahun ini, Labbaytum Award diberikan dalam beberapa tingkatan, yakni Bronze, Silver, Gold dan Diamond.
Adapun yang menilai berbagai indikator seperti kualitas pelayanan jamaah, kepuasan jamaah, kepatuhan regulasi, kesiapan kesehatan, inovasi digital, dan efektivitas operasional. “Dengan penguatan layanan kesehatan, digitalisasi, serta peningkatan kepuasan jamaah, saya yakin Indonesia dapat menjadi salah satu kandidat penerima Labbaytum Award di masa depan,” ujarnya optimis.
Lebih lanjut Zaky menyebutkan bahwa beberapa negara yang berhasil meraih penghargaan memiliki keunggulan diantaranya pada tingkat kepatuhan sistem yang sangat tinggi, angka kepuasan jamaah yang konsisten, digitalisasi layanan, pengelolaan kesehatan jamaah yang lebih terkendali, serta penyelesaian administrasi dan visa tepat waktu. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk meraih penghargaan tersebut dalam beberapa tahun mendatang apabila transformasi pelayanan haji nasional berjalan konsisten.
Terlebih, Indonesia memiliki SDM yang kuat, pengalaman panjang dan dukungan pemerintah yang besar dengan terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Zaky menilai jika menggunakan parameter yang selama ini dipublikasikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, faktor yang kemungkinan membuat Indonesia belum memperoleh penghargaan tertinggi tersebut adalah tingginya jumlah jamaah lansia dan risiko kesehatan.
Disamping itu, angka perawatan dan kematian jamaah yang relatif masih tinggi dibanding beberapa negara lain, kompleksitas pengelolaan kuota yang sangat besar, variasi kualitas pelayanan antar daerah dan embarkasi, serta tingkat kepuasan jamaah yang masih perlu ditingkatkan secara merata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....