Memupuk Empati di Era Digital, Tingkatkan Kepedulian Sosial
- 30 Mei 2026 05:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah dinamika kehidupan modern dan gempuran era digital, rasa kepedulian sosial antarsesama seringkali menghadapi tantangan besar. Individualisme yang kian menguat menuntut adanya pengingat yang konsisten agar nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga.
Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam program siaran "Cahaya Pagi" Pro 4 RRI Surabaya, edisi Sabtu (30/5/2026). Terhubung sebagai narasumber Nyai Dian Wahyuningsih, M.Pd., selaku Muballighot Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, dialog interaktif kali ini mengupas tuntas tema "Meningkatkan Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat".
Dalam paparannya, Nyai Dian Wahyuningsih menekankan bahwa kepedulian sosial bukanlah sekadar aksi sukarela, melainkan sebuah kewajiban moral dan cerminan dari keimanan seseorang. Menurutnya, Islam sangat menekankan pentingnya kesalehan sosial yang berjalan beriringan dengan kesalehan ritual.
"Saleh secara pribadi itu baik, namun tidak akan sempurna jika kita menutup mata terhadap kesulitan tetangga atau masyarakat di sekitar kita. Kepedulian sosial adalah jembatan yang menghubungkan hati antarmanusia," ujar Nyai Dian.
Beliau juga menambahkan bahwa di tengah situasi ekonomi dan sosial yang dinamis saat ini, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan keluarga prasejahtera membutuhkan uluran tangan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Sebagai perwakilan dari PWA Jawa Timur, Nyai Dian menjelaskan bagaimana organisasi perempuan Muhammadiyah ini bergerak aktif dalam mengakar konsep kepedulian sosial ke dalam program nyata. Melalui berbagai pilar, 'Aisyiyah Jatim terus berkomitmen melakukan pendampingan masyarakat.
Beberapa poin gerakan yang disoroti antara lain: Ketahanan pangan keluarga yang enggerakkan lumbung hidup dan pemanfaatan lahan pekarangan. Pendidikan Inklusif, untuk emastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kesehatan komunitas untuk melakukan edukasi pencegahan stunting dan pendampingan kesehatan ibu dan anak di tingkat ranting (desa/kelurahan).
Menutup dialog Cahaya Pagi, Nyai Dian Wahyuningsih memberikan pesan sejuk bagi para pendengar Pro 4 RRI Surabaya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak berpikir bahwa kepedulian sosial harus dimulai dengan hal-hal yang besar atau materi yang melimpah.
"Mulailah dari yang paling dekat. Tersenyum, menyapa tetangga, menanyakan kabar, atau berbagi makanan kecil adalah bentuk konkret dari kepedulian sosial. Mari kita jadikan momentum hari Sabtu ini untuk merefleksikan kembali, sudahkah kita membawa manfaat bagi lingkungan sekitar?" katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....