LAZ Persada Salurkan Kurban Bahagia ke Pelosok

  • 28 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Lembaga Amil Zakat (LAZ) Persada Jawa Timur kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Melalui program unggulan bertajuk "Kurban Bahagia: Tebar Kurban ke Pelosok Desa", lembaga yang berpusat di Gayungsari Barat, Surabaya ini membidik kawasan-kawasan terpencil yang jarang tersentuh penyaluran daging kurban.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan pemerataan pangan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Jawa Timur. Dalam program siaran Dialog Tanjung Perak Pagi pada Kamis, 28 Mei 2026, Manager Wakaf LAZ Persada, Ustaz Tri Sukasmono, memaparkan bahwa program ini bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari tradisi panjang lembaga.

"Program penyaluran ke pelosok desa ini sudah berjalan sejak LAZ Persada berdiri pada tahun 2014," ujarnya menekankan konsistensi lembaga.

Pengalaman selama lebih dari satu dekade ini menjadi fondasi kuat bagi LAZ Persada dalam memetakan wilayah-wilayah yang paling membutuhkan prioritas bantuan. Tahun ini, LAZ Persada menyasar lima titik pelosok yang memiliki karakteristik geografis dan kultural yang khas.

Wilayah distribusi tersebut meliputi komunitas Suku Osing di Banyuwangi, Desa Kebetingan di Sidoarjo yang membutuhkan akses perahu, Suku Samin di Bojonegoro, serta kawasan Sumbermanjing Wetan di Kabupaten Malang dan Kecamatan Ngebel di Ponorogo. Distribusi yang meluas hingga ke pelosok ini diharapkan mampu menyentuh langsung para penerima manfaat, terutama anak yatim dan duafa di bawah binaan 80 panti asuhan se-Jawa Timur.

Demi menjaga keabsahan ibadah para donatur, LAZ Persada menerapkan pengawasan syariah yang sangat ketat di setiap lini operasional. Dewan Pengawas Syariah (DPS) LAZ Persada, Ustaz Anshorulloh Al Hafidz, menegaskan komitmen lembaga dalam menjaga kualitas tata cara berkurban agar sesuai dengan fikih Islam.

"Lembaga memastikan seluruh proses kurban sesuai dengan prinsip syariah (Maqashid Syariah) yang merujuk pada kitab Fathul Qarib," ucapnya menegaskan landasan hukum yang dipakai.

Lebih lanjut, Ustaz Anshorulloh Al Hafidz juga merinci mengenai standar kesehatan fisik yang wajib dipenuhi oleh setiap hewan kurban yang disediakan oleh LAZ Persada. Ia menjelaskan bahwa hewan pilihan dipastikan tidak cacat, yaitu tidak buta ('aura), tidak pincang (arja), tidak sakit (maridha), dan tidak terlalu kurus (ajfa).

Standar ketat ini diberlakukan demi menjamin bahwa ibadah kurban yang ditunaikan oleh para mudahi benar-benar sah dan bernilai utama di sisi Allah SWT. Sesuai dengan Fatwa MUI No. 37 Tahun 2019, pelaksanaan penyembelihan juga diatur dengan disiplin waktu yang ketat, mulai dari hari Nahar hingga hari Tasyrik.

Ustaz Tri Sukasmono, kembali menambahkan bahwa pihak lembaga juga telah menyiapkan skema khusus bagi para donatur yang ingin mendaftar di saat-saat terakhir. "Sebagai penutup, pelaksanaan kurban gelombang terakhir bagi donatur yang menyusul akan diadakan pada hari Sabtu di Sidoarjo," ujarnya mengenai fleksibilitas layanan lembaga.

Selain misi ibadah dan sosial, program "Kurban Bahagia" ini juga mengusung misi pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pedesaan. LAZ Persada sengaja menghindari pengadaan sepihak, melainkan menerapkan sistem pemberdayaan di mana hewan kurban dibeli langsung dari peternak lokal di wilayah target distribusi.

Pendekatan ini sengaja diambil agar dana kurban yang dihimpun dari para donatur dapat berputar dan langsung menstimulasi perekonomian para peternak kecil di pelosok daerah. Bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam gerakan ini, LAZ Persada membuka kesempatan luas melalui pilihan paket kambing mulai dari Rp2.500.000 hingga paket sapi seharga Rp24.000.000.

Selain itu, LAZ Persada juga membuka opsi program sedekah daging kurban hemat seharga Rp15.000 bagi masyarakat yang ingin berbagi paket pangan dengan nominal terjangkau. Donatur dapat berpartisipasi dengan cara mentransfer uang ke rekening LAZ Persada sesuai tipe yang dipilih atau dengan mengirimkan hewan hidup secara langsung ke lembaga.

Melalui tema "Semangat Meningkatkan Ketaatan, Kepedulian, dan Kebersamaan", seluruh data atas nama donatur dipastikan akan didokumentasikan dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....