Ribuan Jemaah Salat Iduladha 2026 di Masjid Raya Islamic Center Jatim
- 27 Mei 2026 07:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ribuan umat Muslim dari Surabaya dan wilayah sekitarnya memadati Masjid Raya Islamic Center Jawa Timur di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026, pagi.
Pelaksanaan salat Id dipimpin Feri Siswanto sebagai imam. Hadir pula Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Sementara khotbah Iduladha disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, dengan tema “Bahagia Itu Berkurban”.
Dalam khutbahnya, Muzakki menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat cinta kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.
“Bahagia itu harus diawali dengan cinta yang fokus. Iduladha mengajarkan kepada kita bahwa cinta kepada apa pun tidak boleh mengalahkan cinta kita kepada Allah SWT,” ujar Muzakki di hadapan ribuan jemaah.
Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dalam peristiwa kurban menjadi teladan tentang ketulusan iman dan kepatuhan kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap ujian yang diberikan Allah mengandung pelajaran besar bagi umat manusia untuk mempertebal keimanan.

Muzakki juga mengajak umat Islam agar selalu mendekatkan diri kepada Allah, terutama ketika menghadapi persoalan hidup. Menurut dia, kedekatan spiritual akan membawa ketenangan sekaligus kebahagiaan yang hakiki.
“Kala menghadapi masalah, sujudlah lebih lama. Curahkan seluruh isi hati dan harapan kepada Allah SWT. Iduladha mengajarkan bahwa kebahagiaan akan semakin sempurna ketika Allah hadir semakin dekat dalam kehidupan kita,” katanya.
Selain hubungan vertikal dengan Allah SWT, Muzakki menekankan pentingnya membangun hubungan sosial melalui semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menyebut makna kurban tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga simbol solidaritas dan kemanusiaan. Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak dapat diraih sendirian.
“Bagilah kebahagiaan kepada sesama. Jangan memonopoli kemuliaan hidup untuk diri sendiri. Nabi Muhammad SAW sangat tidak menyukai orang yang memiliki kelapangan rezeki tetapi enggan berkurban,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....