Dosen Ekonomi UNAIR: Kurban Digital Dorong Ekonomi Syariah
- 23 Mei 2026 06:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan teknologi turut melahirkan platform kurban digital yang semakin diminati. Dosen FEB Universitas Airlangga, Prof Dr Tika Widiastuti SE M Si, menyoroti fenomena tersebut memengaruhi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“Perkembangan platform kurban digital cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Prof Tika, Jumat, 22 Mei 2026. “Peningkatan literasi digital dan pembayaran online menjadi faktor utama pertumbuhannya.”
Menurut Tika, e-commerce, fintech syariah, dan lembaga zakat mulai menyediakan layanan kurban digital. Perubahan perilaku masyarakat pascapandemi turut mempercepat adaptasi layanan berbasis digital.
“Perkembangan ini menunjukkan ekonomi syariah mampu beradaptasi dengan teknologi modern,” kata Tika. “Prinsip syariah tetap dapat dijalankan melalui inovasi digital.”
Dari sisi syariah, kurban digital diperbolehkan selama memenuhi rukun dan syarat kurban. Akad wakalah menjadi dasar pelimpahan kuasa kepada platform penyelenggara.
“Masih ada perbedaan pendapat ulama mengenai penyaksian penyembelihan,” ujar Tika. “Sebagian ulama menilai dokumentasi digital sudah cukup memadai.”
Tika menilai platform kurban digital perlu bersikap terbuka dan edukatif kepada masyarakat. Penjelasan akad dan dokumentasi distribusi harus disampaikan secara transparan.
“Platform dapat menyediakan layanan live streaming penyembelihan atau laporan visual,” ucap Tika. “Langkah itu memberi kenyamanan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan proses kurban.”
Menurut Tika, tantangan utama platform kurban digital terletak pada transparansi dan pengawasan syariah. Kejelasan akad dan pengelolaan dana dinilai masih perlu diperkuat.
| Baca juga: Pelatihan AI Dorong Wirausaha Muda |
“Regulasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kurban digital,” ujar Tika. “Audit syariah dan keamanan transaksi juga harus diperhatikan.”
Kurban digital juga dinilai berkontribusi memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Platform digital membantu memperluas distribusi hewan kurban ke daerah terpencil.
“Layanan digital memperluas akses ibadah dan meningkatkan transaksi ekonomi halal,” ucap Tika. “Integrasi teknologi dengan keuangan syariah juga semakin kuat.”
Tika menambahkan, platform digital perlu melibatkan peternak lokal dalam rantai ekonomi kurban. Kemitraan langsung dinilai penting agar peternak kecil tetap berdaya saing.
“Platform harus memastikan harga beli ternak tetap adil bagi peternak lokal,” ujar Tika. “Pemberdayaan peternak daerah perlu menjadi perhatian utama.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....